Sabtu, 24 November 2012
The Return of Janice
Diposting oleh Devina Janice di 11.21 0 komentar
Sabtu, 17 Desember 2011
Frozen Brain
Diposting oleh Devina Janice di 21.49 0 komentar
Kamis, 25 Agustus 2011
Senior Year: All By Myself
Nah begitu lah gambaran dari derita yang kira-kira akan menimpa gue selama setahun. Semoga derita ini berbuah manis...
Kesimpulan dari cerita diatas adalaaah... Yak. Sepertinya gue akan berjuang sendiri secara mati-matian biar nggak gagal. Karena hidup cuma sekali, sama seperti UAN dan SNMPTN yang cuma diadain sekali dalam satu tahun. Jadi, berusaha aja nggak cukup, harus disertai dengan kerja, kerja, kerja dan keras, keras, keras.
That's all, buat para pelajar se-Indonesia yang sekarang duduk di kelas 12, keep fighting, Guys!
Baiklah, Closing Backsound boleh dimainkan: Aaaaaall by myseeeeeeelf!... Don't wanna be... All by myseeeelf... *fadeout*
Diposting oleh Devina Janice di 00.09 0 komentar
Minggu, 17 Juli 2011
Model Oh Model
Diposting oleh Devina Janice di 01.06 1 komentar
Sabtu, 16 Juli 2011
Enak Banget Jadi Situ, Tukeran Hidup Yuk!
Diposting oleh Devina Janice di 22.48 0 komentar
Rabu, 06 Juli 2011
Terlalu Lama
Mungkin di nama baru, gue akan lebih giat dan lebih 'ingat' untuk menulis hal-hal yang seharusnya ditulis, maklum gue makin tambah umur makin lupa untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti, kadang-kadang cerita udah ada di kepala tapi munculnya saat jam tidur, kan males banget ye buka laptop lagi jadi gue berencana untuk menulisnya besok dan saat esok hari itu tiba gue pun LUPA seperti biasa-biasanya untuk membagikan cerita yang sudah mengendap di kepala dari semalam dan pada akhirnya lewatlah sudah satu cerita untuk menambah postingan di blog ini. Wassalam...
Diposting oleh Devina Janice di 08.52 0 komentar
Minggu, 20 Maret 2011
To People Who Hates Me, With Love
Diposting oleh Devina Janice di 01.18 0 komentar
Abstract Feelings
Diposting oleh Devina Janice di 00.47 0 komentar
Senin, 07 Maret 2011
Labil-Labil Para Ababil
Terussss, selain gue, ada ababil-ababil yang suka pengen banget ikut-ikutan nongkrong di tempat anak-anak gahoel dan berdandan seperti anak gahoel PADAHAL duit di dompet tinggal goceng. Jadi, nangkrang-ningkring, begaye-begayo di sepen elepen sambil minum teh botol beli di warung. Maklum, nggak mampu kali beli slurup. Nyang penting kan nongkrongnye, ye gak coy? Hehe..
Diposting oleh Devina Janice di 04.37 0 komentar
Jumat, 11 Februari 2011
Senin, 27 Desember 2010
Lagi Norak Sama Glee
Diposting oleh Devina Janice di 06.45 0 komentar
Yes, I Met The Jonas Brothers
Okeh, karena The Jonas Brothers adalah artis dari Disney, maka tampilan dari ketiga bersaudara itu seperti Pooh, Tiger, dan Piglet yang dijadikan satu membentuk sebuah band dan menyanyikan lagu Burnin' Up, kemudian membintangi serial Camp Rock bersama Demi Lovato. Hahaha, percaya nggak lo semua? Ya janganlah. Pokoknya muke-muke The Jonas Brothers kayak gambar yang dibawah ini dah:
Jadi begini ceritanya kenapa gue ngasih judul postingan ini dengan Yes, I Met The Jonas Brothers, karena beberapa hari yang lalu, gue, adik gue, dan pacar gue lagi iseng mainan Omegle, situs internet yang membantu kita untuk menemukan teman di seluruh dunia dengan cara random. Apabila situ semua mau mencoba, monggo klik Omegle.
Kemudian, kami mencoba chatting with video yang dimana nanti muke kite yang pada buluk bakal nongol di depan orang-orang yang nggak kita kenal dari seluruh dunia. Saat kita klik dan mencoba, mulai deh nongol orang Amerika, China, Amerika lagi, dan kebanyakan orang-orang yang kita temui itu berjenis kelamin laki-laki. Jaraaang banget nemu yang perempuan, yaa mungkin karena kaum laki-laki suka merasa dirinya susah dapet cewek, frustasi, makanya cari pacar lewat Omegle, hehehe..
Setelah banyak orang di video yang kami ajak ngobrol, katain, ketawain, dan segala macem, kami klik new, start, connection, dan tiba-tiba saja kami bertatapan di video dengan 3 orang cowok yang mukanya komersil abis. Dan, setelah ditelaah, ternyata mereka adalah THE JONAS BROTHERS! Buset! Gue kaget, dan langsung teriak-teriak 'WOY ITU JONAS BROTHERS BUSET JONAS BROTHERS ITU!' dan si JBnya ketawa-ketawa ngeliat gue dengan muka kaget teriak-teriak nama mereka. Sial, harusnya gue bisa lebih nyante.
Oke, setelah aksi kaget-kaget ria itu ada beberapa percakapan yang kemudian percakapan itu diubah menjadi percakapan yang aneh oleh adek dan pacar gue. Ya namanya juga artis luar negeri gitu locchh, capek kali ya ngeladenin manusia aneh kayak gue, adek gue, pacar gue, langsung di disconnect deh sama mereka. HAHAHA!
Oh iya, pas ditanya 'whats your name?' sama mereka, gue jawab aja 'nesty'. Sebenarnya, Nesty itu adalah sejenis makanan dari rumput laut... eh bukan-bukan, Nesty itu temen gue. Nesty Meliana, nama twitternya @nestoooy. Silahkan di follow dah ya, dia pacarnya Indra Gemilang. Terus apa hubungannya sama Nesty? Nesty itu ngefaaaaannnnsssss beraaaaaatttt sama The Jonas Brothers, makanya gue tulis aja nama Nesty. Terus apa jawab mereka? Mereka jawab, 'nice name'. Oke, dan pastinya Nesty pasti langsung melayang kalo baca postingan gue ini.
Kalo lo semua masih belom percaya sama cerita gue tadi, silahkan liat bukti dibawah ini:
Itu dia tampang adek gue di sebelah kiri yang cuma setengah muka, tampang pacar gue yang imoethz di tengah, dan tampang tolol gue di kanan. Dibawahnya, terlihat Jonas Brothers lagi pada stay tune meratiin gue, adek, dan pacar gue yang lagi pada stay tune juga (ciaelah).
Diposting oleh Devina Janice di 00.37 0 komentar
Sabtu, 25 Desember 2010
Little Touch of Jazz
Sejak saat itu, gue mulai dikit-dikit denger musik jazz. Awalnya, sebelum masuk ke lembaga pendidikan musik tersebut, gue lebih prefer buat dengerin musik pop rock, rock, tapi nggak sampai heavy metal juga ye. Bisa kincir otak gue denger lagu yang lyricnya 'Hua hua hua raw raw grr grr wee wee mbee mbee (?)'
Setelah kena pengaruh musik jazz, gue mulai mempelajari dan mengunduh lagu-lagu jazz yang 'ringan', nggak 'miring-miring' notasi lagunya, dan yang masih enak didengar oleh kuping. Karena, kalau gue mendengarkan lagu jazz yang berat dan nggak enak, bisa-bisa pas denger lagunya gue langsung tidur seperti yang sudah-sudah. Sekarang, gue udah lumayan suka sama lagu jazz, tapi tetep lebih prefer ke musik-musik yang pop dan rock. Hmm.. Ada beberapa lagu jazz yang gue suka dan lumayan sering gue nyanyiin kalo lagi di kamar tidur, kamar mandi, yaa pokoknya masih di area dalam rumah lah ya, (maklum, coy jarang nampil dimana-mana, jadi lebih sering super mini konser di dalam area rumah with no audience)
I always imagine that i can record my voice by singing these jazz songs below:
- Dream a Little Dream of Me
- The Way You Look Tonight
- L.O.V.E
- New York, New York
- My Funny Valentine
- Biru
- Oh Ya!
Itulah ungkapan perasaan gue untuk lagu-lagu dengan sedikit sentuhan jazz di dalamnya, dan sampai sekarang gue masih mempelajari lagu-lagu jazz yang lain, cuma tetep aja lagu pop dan rock tetep jadi konsumsi pribadi gue setiap harinya. Hehehe...
Diposting oleh Devina Janice di 22.58 0 komentar
Kamis, 02 Desember 2010
Wah, Cantiknya!
Puteri pertama yang gue temui adalah Puteri Pariwisata, Puteri Bali, sama Puteri apalagi gitu (gue nggak baca tulisan di selendangnya). Wah, cantiknya! Badan mereka tinggi semampai, cantik, kulitnya muluuuuus, dan ramah pula. Saat sang puteri pariwisata melewati gue dan teman-teman GSN lainnya, dia menyapa, "Halo, selamat pagi." dengan senyum di bibirnya yang bikin kami semua jadi pada bengong dan berpikir, ini orang apa boneka cantik etalase ya? CANTIK BETUL!
Seperti biasa, kalo gue ngeliat orang cantik, pasti langsung gue pantekin dari ujung kaki ampe ujung rambut, pengen liat dan mengamati, kali aja cantik-cantik tapi ada borok di kaki atau tompel gede gitu di tangan. Tapi, kayaknya nggak mungkin banget ya seorang puteri gitu loh punya borok, tompel, apalagi budukan di tubuhnya. Hahaha, emangnya gue.
Nah, terus, terus.. Gue liat kakinya.. Widih, betisnya kecil sekali saudara-saudara, sekecil tongkat kayu yang diameternya 5 cm. Gue pun terpukau bahkan sempat shock! Ada loh kaki sekecil itu, ADA LOH! ADA!!!
Setelah gue ketemu langsung sama para puteri, gue berpikir, kok bisa ya punya badan selangsing itu? How can? Mereka perfecto del piero, badan bagus, otak cerdas, muka menawan. Ck, ck, ck. Baru ketemu puteri-puteri indonesia aja gue udah norak, gimana kalo ketemu puteri-puteri dunia seperti Aurora, Cinderella, Belle, Jasmine, dan princess-princess lainnya (?)
Setelah puas melihat puteri-puteri cantik di awal kedatangan, kami pun langsung menuju ke tempat acara dan mengisi acara. Yayaya, gue cepetin aja ceritanya, setelah itu Ibu Ani Yudhoyono datang, kami berdiri, tepuk tangan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tiba tiba temen gue ada yang nangis terharu, kata dia, 'Gue bangga bisa nyanyi Indonesia Raya bersama Ibu Negara.' Hmm.. Bener juga, dan gue pun ikut terharu. *unyunyu moment
Kemudian, tiba lah saatnya kami untuk pulang.. Karena tugas menyanyi sudah selesai, maka kami pun bergegas pulang. Cihuy! Tapi, nggak cihuy juga, karena selesainya tugas menyanyi sama dengan pulang-ke-sekolah. Tadinya, kami mau pulang ke rumah, tetapi karena waktu masih menunjukan jam 10 pagi, maka kami pun disuruh oleh pembina GSN untuk kembali belajar ke sekolah! Aduh, hawa-hawa *cibit sudah menyelimuti seluruh tubuh, nih!
Saat kami berjalan di backstage untuk mencari tangga darurat kemudian menuju pintu keluar, kami bertemu dengan puteri nomor 1 di Indonesia, yaitu Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames yang sedang menunggu di depan lift bersama para malaikat penjaganya yang jutek.
Woohoo.. Langsung aja, tuh temen gue si Adhani yang super lebay dan percaya diri, mengajak sang Puteri Indonesia untuk berfoto bersama. Ah, sayangnya.. Respon yang diberikan oleh Nadine Alexandra tidak sesuai dengan harapan. Saat diajak foto bersama, sang puteri cuma bilang, 'Aduh, tanya aja sama zzz...' sambil melihat ke arah malaikat penjaganya yang juteeeeeeeek. Kemudian, si malaikat penjaga cuma bilang, 'Nggak bisa, lagi buru-buru... Blablablabla.'
Akhirnya, pembina kami pun cuma membalas perkataannya dengan, 'Oh iya ya, iya, iya, iya..' *BT mode: on.
Yasudah lah, akhirnya nggak foto sama si Puteri Indonesia. Lagian, sih cuma minta foto sekali 'jepret' aje kayaknya nggak ada waktu banget.
Abis ber-sebel-sebel ria karena mendengar jawaban sang puteri. Kami pun menuju pintu keluar, dan tengtereeeengg.. Ada mobil RI 3 parkir di tempat parkir. Langsung deh, jeprat-jepret di depan mobil RI 3. Hohoho, nggak sadar ternyata sang penjaga mobil ngeliatin kami yang daritadi foto-foto sama mobil RI 3, tiba tiba aja si penjaga itu menghampiri dan memperbolehkan kami untuk foto disamping mobil RI 3. Uhuy! Palang-palang yang ada di depan mobil langsung disingkirkan agar kami bisa berfoto di samping-samping mobilnya. Hehehe, baik bet dah penjaganya. Gue doain semoga bapak penjaga cepet naik pangkat dah yak, amin.
Oke, this is the end of the story: Setelah puas berfoto-foto ria dengan mobil Ibu Negara, kami pun langsung naik bisa dan hiks.. kembali ke sekolah.
*Cibit = Cabut sekolah.
Diposting oleh Devina Janice di 04.34 0 komentar
Jumat, 26 November 2010
Saya Terkena Gejala Stress!
1. Makan berlebihan
Betul sekali! Akhir-akhir ini semua makanan yang ada di depan mata gue pasti langsung gue lahap! (kecuali telor) Setiap menu baru kantin pasti gue beli, entah itu sate, chicken gordon blue yang harganya nyiksa, chicken burger paling mahal, sampai dengan es doger. Dalam satu hari gue bisa makan 3 gelas es doger. Alhasil, gue mengetik postingan ini dengan ingus yang ngocor dari idung gue. Hehehe.. Efek minum dingin deh biasa banget, selalu pilek, pilek, dan pilek.
2. Berpikiran negatif
Kalo model sifat yang satu ini mah emang gue banget! Nggak tahu berasal dari faktor apa gue bisa punya sifat yang nggak bagus ini. Suka mikirin yang jelek-jelek, berbagai hal negatif dan nggak banget. Korban utama yang selalu kena semprot kalo gue lagi negative thinking pastinya sang pacar. Saat dia sedang ingin melakukan kegiatan yang mulia, seperti berangkat ke kampus dengan semangat dan lebih pagi, gue akan menuduh seperti ini:
'Mau ngapain lo ke kampus pagi-pagi? Mau ketemu cewek-cewek dulu ya?!' Widih.. Nggak banget, coy!
3. Merasa lelah terus
Betul, betul, betul. Gue selalu merasa capek, capek, dan capek. Capek tidur, capek main, capek istirahat, capek nonton film, capek jalan-jalan, capek ngegosip, dan capek ketawa. Semua kegiatan gue itu bikin capek bukan? Ya kan? Ya nggak sih?
4. Sering sakit kepala
Sakit kepala sebelah doang yang gue rasakan akhir-akhir ini, merupakan penyakit terbaru setelah pilek dan alergi udang kepiting. Inilah tandanya. Mungkin memang diriku sudah terkena gejala stress, saudara-saudara! Hmm.. Tapi, gue agak bingung juga nih. Kalo benar gue terkena gejala stress, emm.. Stress gara-gara apa ya?
Aha! Gue tahu! Gue terkena gejala stress karena Gayus Tambunan dengan mahalnya bisa keluar masuk penjara. Intinya, segala sesuatu bisa dibayar dengan mahal. Intinya lagi, tulisan gue semakin lama semakin nggak nyambung sama judulnya.
5. Hilang nafsu makan
Nggak mungkin banget seorang Depina Jenis bisa kehilangan nafsu makannya. No food, no passion to do something. Memang benar apa kata pepatah, makanan dapat menentukan ukuran kebahagiaan seseorang, but the question is, emang kebahagiaan bisa diukur?
6. Sering marah-marah
Sifat pemarah menggambarkan pribadi gue banget. Sifat pemarah ini diwariskan turun temurun dari opa gue, kemudian menurun ke nyokap, dan otomatis menurun juga ke gue serta adik gue yang sekarang emosian abisss. Punya sifat pemarah nggak enak banget! Bikin muka cepet tua, nggak sabaran, bikin orang sebel, jadi suka stress sendiri, suara abis gara-gara sering ngoceh sama teriak-teriak. Pokoknya nggak 'cewek Jawa' banget deh. (secara bokap campuran jawa tengah sama jogja gitu)
7. Mudah tersinggung
Yap! Mudah tersinggung means nyadar diri. Nyadar kalo ada orang yang nggak suka sama kita, nyadar kalo ada yang menyindir gaya kita, nyadar kalo ada orang yang suka ngomongin kita dari belakang, nyadar kalo ternyata mudah tersinggung itu merupakan sifat yang membuat kita kehilangan rasa percaya diri kita sendiri.
8. Nyeri di persendian
Hahaha, gejala stress yang satu ini kayak penyakit orang tua nih, sering sakit persendian di kaki, terus nggak bisa jalan dan akhirnya pake tongkat multifungsi deh. (tongkat multifungsi yang bisa digunakan sebagai alat bantu berjalan, mengetuk kepala cucu-cucu yang nakal, dan pajangan rumah)
Gejala yang satu ini, alhamdulillah tidak saya rasakan.
Dari delapan pilihan diatas, ternyata cukup banyak gejala-gejala stress yang sering gue alami. Tapi, apakah itu menunjukan kalo gue lagi stress? I don't think so.. Kalaupun ternyata benar analisis dari gejala stress tersebut, gue stress gara-gara apa ya?
Mungkin, suatu masalah yang memang sudah ada, tapi gue anggap seakan-akan tidak pernah ada.
Ya, mungkin benar gue stress. Stress dengan masalah yang udah gue simpen jauuuuuuuuuh dari pikiran gue. Sampai-sampai gue pun lupa masalah itu tentang apa, kapan masalah itu terjadi, dan jumlah masalah yang udah gue simpen rapat-rapat di sebuah lemari besi yang terkunci. Dan, mungkin juga kuncinya udah ketelen sama gue, sampai akhirnya menjadi tai yang berakhir di septic tank.
Diposting oleh Devina Janice di 05.39 0 komentar
Selasa, 23 November 2010
Disney Dream Cruise: Dreams Come True!



Bagi penggemar Disney, pelayaran dengan Disney Dream memang benar-benar pengalaman untuk mewujudkan mimpi! Disney mulai membuka pemesanan tempat untuk pelayaran perdana kapal pesiar
inovatif ini sejak 9 November tahun ini.
Enchanted Garden Restaurant

Disney Dream Animator's Palate Restaurant


Fasilitas wahana air AquaDuck yang terdapat di atas kapal pesiar ini bisa dimanfaatkan per dua orang untuk merasakan petualangan di arus liar air. Wahana yang terletak di dek paling atas tersebut menyediakan rute tualangan satu lingkaran yang hanya berjarak 13 kaki di sisi kapal dan 150 kaki di atas permukaan laut. Satu sortie perjalanan AquaDuck hanya 90 detik namun sangat mendebarkan dan tak terlupakan! Inovasi lainnya di kapal pesiar ini adalah dinding koridor-koridor bergambar yang jika dilintasi akan bergerak menjadi animasi. Lalu suasana restoran yang akan selalu berganti dari pagi hingga malam. Bagi naak-anak, ia bisa berbincang dengan tokoh animasi Disney kesukaanya melalui layar plasma berukuran besar.


The Bedroom


Disney Dream Interactive Play Floor


Cuma 1 komentar dari gue, AMAZING!

Selamat berlayar! *mupeng mode: on.
Diposting oleh Devina Janice di 03.53 0 komentar
5 Fun and Safe Social Network for Children
If you have young children on Facebook or MySpace, they shouldn’t be — at least legally. The Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) prevents websites from collecting personal information about children who are under the age of 13 without their parents’ permission.
Many children bypass this law, even on sites that enforce it, by simply adjusting their birthday. In a recent study by the Kaiser Family Foundation, 75% of seventh through 12th graders surveyed said they had a profile on a social media site.
Clearly children want to use social media, and the evidence suggests that they will do so despite COPPA or the many justified parental fears that helped create it. Parents can, however, make the experience safer by directing their children to one of these five age-appropriate social networks.
1. Togetherville

Parents can sign up their children by using their own Facebook (Facebook) accounts to create a profile for their kids on this Facebook-like site. Once parents have selected friends for their children by searching other students at their child’s schools, adding family friends from their own Facebook profiles, and sending e-mail invites, children have access to selected YouTube (YouTube) videos, games, and creative projects. The site has other features that mirror Facebook, like the ability to “heart it,” buy and send gifts using a virtual currency (the twist is that parents give the currency to their children free of cost as “allowance”), and share videos and other parts of the site with their friends.
Where the site departs from Facebook puts many parents’ minds at rest: no outside links, no unapproved friends, and no private conversations. In order to post original comments instead of pre-set options, children must agree to this code of conduct: “I agree to not say anything mean or hurtful, not say embarrassing things about myself, my friends, or my family, and take responsibility for what I say on Togetherville.”
Togetherville’s target age group is under 10, which makes pre-set comment options like “Hampsters are so CUTE!” understandable. The site also facilitates parents’ participation in their children’s introduction to social media by encouraging parent-child interaction. Not only can parents view their child’s social network activity, but they can also post messages to his or her wall, allocate “virtual allowances,” and send virtual gifts.
2. What’s What

This site is probably the most secure social network for kids on this list. In order to sign their children up, parents need to submit their credit card information to verify their identity and they must submit three mug shots (taken with a webcam) of their child for the site’s records. As with every site on this list, I was still able to create a profile as an adult and therefore browse friends in “my grade,” which I selected as seventh. Unlike the other sites, however, the What’s What team had discovered my adult presence (via those mug shots) within about six hours and blocked my profile.
While children are free to interact with people they don’t know, they can’t make friends with people who are out of their age group (in their grade or one grade below or above theirs) without parental permission. Beyond this, the network functions much like the others: users can exchange messages, make friends, join and create groups, and view their friends’ profiles. Parents can edit or delete their children’s profiles at any time, and everything posted on the site is monitored.
The intended age group for the site is between 8 and 14, which seems realistic given that two big draws of social networking — the ability to “make friends” with new people and share your thoughts with others — are retained.
3. ScuttlePad

To sign up for ScuttlePad, kids provide their birthday, favorite color, first name, and parent’s e-mail address, and they’re not allowed on the site until their parents approve it. Once logged in, they’re free to post messages, make friends, upload photos, and make comments — but with a catch. All comments on the site need to follow a given format and use a given set of words. Messages are composed within the framework, “I’m click, click, click,” with each click leading to a choice of words. Photos are manually approved by ScuttlePad, and only first names are used on the site.
The comment outline feature makes the site more secure. Realistically, anyone of any age, with any malicious intention, could sign up, but it’s hard to do much damage with the pre-set communication options. Similarly, it’s impossible to cyber bully or even really hurt anyone’s feelings using the preset options.
On the other hand, this feature can be restricting to the point of making the online experience dull to older kids. The site is intended to teach children ages 6 to 11 about how to use a social media site, and it definitely accomplishes that goal. It might be most engaging, however, for kids on the younger end of that age group.
4. GiantHello

Parents can verify their identities and sign their children up for giantHello by either providing the last four digits of their social security number or by charging one cent to a credit card. Beyond that, the site provides the social networking experience that comes closest to mainstream social media networks, making it more appealing to older children who want more autonomy than is allowed on some of the other sites.
Profile pages function much like a Facebook wall: friends can leave comments, children can update their status, and activity on the site — like joining groups — is reported on their page. Children also have options to send private message, upload photos, and join the fan pages of celebrities like the Jonas Brothers and Ryan Seacrest, which are updated via the celebrities’ Twitter (Twitter) feeds.
As far as the social media experience goes, giantHello parts from its mainstream counterpart by removing the “search for friends” function. Children need to either invite friends via an e-mail or print out as page with an invitation code to give them. Therefore, they can’t make friends with people who they don’t know.
5. Skid-e Kids

Skid-e kids relies on staff moderators for most of its security features: if a comment is flagged by a filter for inappropriate language or disclosure of personally identifiable information, it is sent to human moderation; all photos are checked by a moderators; users submit articles and stories for a “written by you” section that are edited for inappropriate language and personal information before they’re posted; and interest group pages are moderated.
Unlike most sites, parents and children both are encouraged to create profiles on the same network. Users can exchange messages, update their statuses, upload video (which needs to be approved before it is posted), and compete against each other for high scores on any of the free games on the site. Unfortunately most of these games are prefaced by ads, and although they are advertised as educational, it’s hard to see how something like “Powerpuff coloring” fits this description.
The advantage of this site, especially for older children, is that much of the moderation is provided by the site itself. Parents aren’t required to constantly check in or approve decisions, but can instead focus on interacting with their children on the same network.
Diposting oleh Devina Janice di 03.42 0 komentar

















