Sabtu, 24 November 2012

The Return of Janice

Oh Gosh.. This blog is full of spider net, haven't touched it since...2011?! I am really really feeling sorry for myself to let this poor blog abandoned in a long time. So, in this time I would make a promise that I will share every little thing to this blog so I can re-read and re-read again how awful I am in writing and also remember all the stuffs that ever happened in my life. 

Posting terakhir di bulan Desember 2011 tentang kekhawatiran gue menjelang UAN diiringi dengan kehadiran SNMPTN Undangan, SNMPTN Tulis, SIMAK UI, dan berbagai macam jalur untuk masuk ke perguruan tinggi negeri and, as you know larangan orang tua untuk masuk universitas swasta membuat gue semakin ngeri dalam menghadapai all that fucking tests. Plus, gue sama sekali nggak mengambil bimbingan belajar apapun selain les matematika yang menurut gue lebih banyak ngobrol dan ketawa-ketiwi sama gurunya dibanding belajar berhitungnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa persiapan gue dalam menghadapai semua tes-tes PTN yang tingkat kesulitannya sudah stadium 4 adalah 0. 

Jujur, waktu dulu ngeliat temen-temen gue berangkat bimbingan belajar buat persiapan masuk universitas negeri itu rasanya bahagia. Bahagia aja ngeliat temen-temen yang punya kesempatan untuk belajar lebih mendalam untuk tes masuk PTN. Gue sama sekali nggak ikut bimbel bukan karena gue sok pinter, belagu, dan merasa bisa. Tapi karena satu hal, gue nggak punya duit buat bayar bimbel. Jadi gue cuma bisa berharap dapet ilmu yang cukup dari pendalaman materi di sekolah dan juga les matematika privat yang dimana gurunya aja gue cari sendiri dan kadang biaya les juga gue yang bayar sendiri. Life's just getting tougher and toughest, you know.

Kemudian, alasan-alasan kenapa gue nggak boleh masuk universitas swasta itu ada dua, yaitu:

1. Universitas Negeri lebih murah biaya pendidikannya dibanding Universitas Swasta.
2. Cita-cita bokap pengen punya anak kuliah di PTN.
3. Gue bisa jadi cucu eyang-embah pertama yang masuk Universitas Negeri, yaa seperti pecah telor lah.

Seems legit, right?

Dengan persiapan sama dengan 0 itu bukan berarti gue nggak berusaha dan belajar. I have tried! Tapi di tahun 2012 ini anak-anak pintar atau licik semakin banyak, jadi pesaing-pesaing itu lah yang membuat gue nggak lolos SNMPTN baik diundang maupun tulis (ngeles). Nasib gagal pun tidak berubah ketika gue ikutan SIMAK UI dan juga tes masuk Universitas Padjajaran dengan jalur mandiri. How poor I am. 

Gue udah mulai hopeless. Bokap pun juga udah menunjukan sinyal-sinyal bahwa gue harus mengulang tes PTN tahun depan, dengan artian tahun ini gue harus menganggur dan yeah..belajar lagi. UGM, UI, dan Unpad sudah menolak gue secara resmi. Gue pun melayangkan pikiran gue untuk mencari PTN yang berkualitas lainnya agar bisa membuat bokap bangga dan lega. Kemudian pilihan pun jatuh diantara Universitas Diponegoro dan juga Universitas Brawijaya. 

Dulu, gue sama sekali nggak kepikirian buat kuliah jauh-jauh dari rumah. Paling jauh ya harus Bandung yaitu di Unpad. Tapi apa daya...Unpad pun menolak gue. Jadi tanpa pikir panjang gue pun memilih Undip, alasan pertama adalah karena biaya pendaftarannya lebih murah dibanding Unbraw. Alasan kedua, Undip masih-agak-deket sama rumah, Semarang gitu loh. Jauh juga sih..tapi kalo dibanding sama Malang? Masih lebih jauh Malang kan? Oke. Fix. Gue langsung daftar tes masuk Undip. 

Ada yang beda dari tes masuk Undip ini dibanding tes-tes PTN yang lain, di dalamnya terdapat tes mata pelajaran Kewarganegaraan. I mean, come on, I really love this subject! Jadi gue sangat bersemangat saat harus belajar Kewarganegaraan. Dan pada saat hari tes itu tiba, alhamdulillah lancaaaar...

Sekitar 2 minggu akhirnya pengumuman hasil tes Undip pun keluar. Rasanya sangat amat menyiksa.. Lagi, lagi, dan lagi harus dihadapkan dengan situasi seperti ini. Trauma rasanya melihat tulisan, 'Maaf anda gagal' atau 'Maaf anda tidak diterima sebagai mahasiswa baru Universitas bla bla bla'. Ditambah lagi, Undip adalah pilihan terakhir atau bisa dibilang penentu kuliah atau tidak-nya diri ini di tahun 2012. 

Setelah sholat shubuh, gue pun memberanikan diri untuk mengakses situs hasil tes Undip di internet. Bokap dan nyokap sudah kembali terlelap. Jantung gue rasanya mau copot, bener-bener susah nafas, tangan gemeteran, ditambah lagi denger kabar bahwa temen-temen seperjuangan banyak yang gak lolos tes ini. Diri gue berkata kalo gue harus siap mengulang tahun depan dan gak kuliah dulu tahun ini. Tetapi, setelah gue memasukkan nama, tempat tanggal lahir, serta nomor peserta kemudian klik 'enter', hasil yang keluar seperti ini...



Rasanya seneng, nggak percaya, sedih, terharu, tangan pun gemeteran...

Akhirnya.. Jurusan Hukum di PTN. Bokap pasti bangga pake banget. 

Gue pun langsung lari ke kamar bokap dan nyokap sambil mewek, bilang ke mereka kalo gue lolos masuk hukum, kemudian bokap meluk gue terus langsung caw ngasih kabar ke eyang gue. Pagi harinya, para bude dan tante langsung memberi gue selamat dengan senyuman bangga. Bahkan, sms forward yang bertuliskan, 'Puji Tuhan Janice masuk Hukum Undip' dari salah satu tante gue sudah tersebar untuk menyebarluaskan kabar gembira ini.

Alhamdulillah ya Allah.. Rasanya lega sekaligus nggak percaya bisa dapet kesempatan buat kuliah di tahun ini. Jurusan yang gue pilih pun pas sesuai dengan kemauan. My journey is about to begin...

~to be continue...  

Sabtu, 17 Desember 2011

Frozen Brain

PROLOG: Hi, Visitors. Thank you for visiting my blog and leave your comments on a chat box. I really appreciate it, Guys, it means the world to me. And I will keep this blog alive and readable.

Hmm.. Sudah berbulan-bulan lamanya gue nggak posting. Bukan karena diriku malas, atau melupakan blog yang sudah lama daku bina eksistensinya di dunia per-blog-an. Tapi, gue nggak punya inspirasi buat nulis 'sesuatu' di blog ini. Otak gue minggu-minggu ini lagi membeku. Bahasa kerennya Frozen Brain

Mungkin otak gue bisa beku tong-tong begitu karena gue terlalu stress mikirin proses pencapaian cita-cita gue sebagai 'Orang yang Diutus Negara ke Luar Negeri'. Hahaha, singkatnya dan lebih jelasnya, gue tuh lagi ketakutan. Ketakutan or freaking out, you know. Ketakutan nggak keterima PTN. Kenapa? Karena, menurut orang tua gue, masuk PTN merupakan peristiwa yang membanggakan dan bisa mengangkat derajat seseorang yang sudah seringkali TERINJAK-INJAK oleh omongan dan berbagai macam fitnah yang muncul. Oke, enough. Gue nggak mau curhat. Intinya, tujuan gue masuk PTN buat banggain orang tua. Biar mereka happy, lega, dan bisa pamer ke mereka-mereka para mulut kadut yang nggak bisa gue sebutin namanya disini. 

Bagaimana caranya biar gue bisa masuk PTN? Caranya adalah jangan banyak mikir dan bacot, masuk kamar, dan belajar. Sebelum belajar, otak gue yang beku ini harus gue panasin dulu. Caranya? Dengan menjedotkan kepala ke arah tembok 10 kali. Dijamin, langsung gegar otak. 
Yak. Makin lama makin ngawur. Tapi, hati gue lebih lega setelah mencurahi eh mencurahkan isi hati dan kepusingan gue disini. Semoga setelah postingan ini gue ekspos, otak gue akan meluber (for good) dan inspirasi akan berdatangan secara tidak karuan dan cuma-cuma. 


Kamis, 25 Agustus 2011

Senior Year: All By Myself

Wow, ternyata udah lama sekali ya gue nggak posting-posting lagi. Maklum lah, gue lagi sibuk... Sibuk tiduran, main, nonton film, guling-gulingan, dan akitivitas lainnya yang useless. Otak gue akhir-akhir ini rada-rada buntu alias nggak ada satu pun inspirasi yang dateng kemari menghampiri otak gue yang lagi 'boring' ini untuk menghasilkan suatu tulisan. Pathetic..

Jadi, gue akan sharing sedikit tentang rasanya menjadi Senior di SMA. Jujur, gue sedih. Kenapa harus secepat ini gue jadi anak kelas 3 yang akan merasakan penderitaan, ketakutan, dan keputusasaan akan LULUS UAN dan LULUS SNMPTN? Siap nggak siap, gue harus siap! Siap menghadapi tantangan berat orang tua yang mengharuskan gue masuk PTN dan pastinya harus lulus UN dulu lah ya. Dan juga siap melihat teman-teman gue yang udah pada sibuk bimbel sana-sini, les sana-sini, dan sebagainya. Sementara gue? Hanya melihat kesibukan mereka sambil celingak-celinguk. 

Pasti yang baca postingan gue ini akan bertanya-tanya... atau mungkin tidak. Yaa, anggep aja kalian bertanya-tanya, 'Kenapa gak bimbel aja sih? Les privat gitu? Daripada celingak-celinguk doang ampe UAN.' Yayaya, siapa sih yang nggak mau bimbel? Temen-temen gue yang malesnya naujubilah pun pada bimbel gitu. Kalo isi dompet menyetujui untuk gue ikut bimbel, pasti gue udah ikut dari jaman kuda, men! Sayangnya, isi dompet lagi tidak berbaik hati jadi gue harus jungkir balik belajar sendiri agar bisa lulus UAN dan pastinya SNMPTN. 

Langkah pertama yang gue ambil adalah membeli buku-buku rangkuman yang akan di-UAN-kan. 
Langkah kedua yaitu beli buku-buku soal UAN dan SNMPTN. 
Langkah ketiga, BACA RANGKUMAN dan KERJAKAN SOAL-SOAL. Biasanya kalo abis gue beli cuma gue liat-liat, pajang, dan gue diamkan selama 1 tahun di lemari. Wekeke..
Langkah keempat kalo ada soal yang tidak dimengerti, gue akan kejar abis-abisan guru bidang studi di sekolah dan paksa untuk bantu memecahkan soal tersebut. 
Langkah kelima, lakukan langkah ketiga dan langkah keempat secara rutin dan efektif.

Yak, itulah 5 langkah yang InsyAllah dapat membantu diriku untuk lulus UAN dengan nilai yang bagus (amin) dan lulus SNMPTN UI/UGM (amin). Semoga bisa, mohon doanya ya para visitors.. Karena I don't have a choice instead PTN. Belajar sendiri untuk menghadapi tantangan seperti ini bagi gue sangat amat amat amat beraaaaaaat. Ditambah lagi buku-buku di Gramedia mahalnya amit-amit, jadi gue mesti ngesot ke Pasar Senen agar bisa beli buku-buku yang lebih murah dan harganya terjangkau, hohoho. Bayangin aja ya bukunya si @poconggg aje yang tipis begitu harganya 30 ribu keatas. Bisa miskin ane belanja buku di Gramedia.

Jadi, rencananya abis lebaran mungkin gue akan lompat ke Pasar Senen dan memborong buku-buku muraaaah *lompatkesenengan*, karena pada saat itulah dompet lagi sesek-seseknya sama duit THR. Cihuuuy! (Kalo THR-nya banyak, kalo nggak yaa lompat ke jurang). 
Nah begitu lah gambaran dari derita yang kira-kira akan menimpa gue selama setahun. Semoga derita ini berbuah manis...

Kesimpulan dari cerita diatas adalaaah... Yak. Sepertinya gue akan berjuang sendiri secara mati-matian biar nggak gagal. Karena hidup cuma sekali, sama seperti UAN dan SNMPTN yang cuma diadain sekali dalam satu tahun. Jadi, berusaha aja nggak cukup, harus disertai dengan kerja, kerja, kerja dan keras, keras, keras. 


That's all, buat para pelajar se-Indonesia yang sekarang duduk di kelas 12, keep fighting, Guys! 
Baiklah, Closing Backsound boleh dimainkan: Aaaaaall by myseeeeeeelf!... Don't wanna be... All by myseeeelf... *fadeout*

Minggu, 17 Juli 2011

Model Oh Model

Ini adalah pengakuan terbesar dalam hidup gue #lebaynisme. Tau gak seh loh? Gue pernah ikut ajang pencarian Gadis Sampul loh, bermodal dengan kaki gue yang buduk dan tinggi badan dibawah rata-rata, gue nekat ikutan ajang beginian. Yah coba-coba dalam hati gue berkata, setelah foto, isi data diri dan kirim ke redaksi, gue dapet surat panggilan, masuk ke 250 besar. Okeh. Dan perjuangan gue berlanjut sekaligus berhenti di 250 besar KARENA saat pengukuran tinggi. Yak 153 cm. Dibawah rata-rata yang seharusnya 155 cm. Gue cuma ketawa dalam hati, hehehe nekat amat gue ye..

Setelah itu gue menghapus keinginan untuk ikutan ajang-ajang macam begini, yang berkaitan dengan modeling dan fashion. Karena, I am not into it. Badan gue pendek, agak gendut sekarang karena kebanyakan makan cireng di sekolah, dan gaya berpakaian gue biasa aja dalam arti kaos+celana jins. Kalo pergi belanja, gue Cuma beli kaos, kaos, kaos. Kaos gambar princess, gambar kue, gambar lambang PKI (HAHAHA BECANDA BECANDA SUMPAH GUE NGGAK PUNYA KAOS ITU DEMI ALLAH). Kata nyokap, ‘Beli baju yang lagi model dong, yang girly.’ Oke, oke next time gue belanja lagi dan beli KAOS lagi. Hehehe.. Gue punya sih baju-baju girly gitu, tapi itu juga sumbangan dari sepupu gue. Kalo gue sendiri  gak pernah beli baju girly, kaos tuh lebih enak, apalagi yang gombrong.

Oke, setelah tragedi GadSam itu gue udah males ikut-ikutan ajang pencarian cewek cantik tinggi otak ada idaman pria. Keren sih emang kalo ikut begituan, membanggakan orang tua, dan pastinya pacar. Bisa dipamerin, seperti contoh: ‘Eh cewek gue model loh, GadSam loh, sering nongol di cover majalah loh, photogenic loh.’ Dan teman-temannya akan berkata: ‘Wow.. Serius loh? Wow, Keren banget lo men bisa dapet model.’ Dan wow lainnya.

Gue pun nyari pacar bukan dengan tipe ‘cowok kepengen dapet pacar seorang model’ atau tipe ‘cowok pengen juga sih dapet pacar seorang model.’ Dan finally… Gue mendapatkan lelaki yang menerima gue apa adanya. Adanya kaki buduk, badan pendek, nggak kayak cewek-cewek ‘7 Icons’, bukan dan tidak akan pernah menjadi model majalah, iklan, bikini, pakaian dalam atau lingerie. Alhamdu? Lillah..

Eh tapi, tapi emang dasar lelaki, nggak mungkin banget kalo mereka tidak ada hasrat untuk mempunyai pacar seorang model yang nampang di majalah atau kalender. Pada suatu hari, gue cuma iseng-iseng pengen ikutan ajang-ajang model di suatu majalah LAGI, dan cowok gue excited banget. Gue agak curiga, dan benar saja kemarin dia bilang, ‘Kamu foto di cover majalah dong, biar cantik.’ WHAT? MAKSUD LO JADI MODEL MAJALAH? Oke, you want that kind of girl? I’ll let you find those girls. Because I never will be a model. 

Hah, diriku merasa terhina. Sebenernya wajah gue bisa kok muncul di suatu media cetak. Gampang kali caranya, tinggal bakar-bakarin rumah warga, terus kabur. Alhasil, muka gue bakal nampang di majalah Pos Kota sebagai buronan yang resmi dicari oleh DPO setelah Nazarudin.    

Sabtu, 16 Juli 2011

Enak Banget Jadi Situ, Tukeran Hidup Yuk!

Beberapa hari yang lalu, gue nge-tweet: ‘Enak banget jadi situ, tukeran hidup yuk!’ Yaa maklum, kadang-kadang gue suka iri sama orang lain yang terlihat lebih beruntung hidupnya daripada gue. Agak menyesal sih sudah mengungkapkan perasaan yang menunjukan kalo gue-sangat-tidak-bersyukur dengan hidup gue. Tidak bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh-Nya seperti oksigen yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta secara cuma-cuma, gratis dan tidak perlu bayar di setiap hirupan. Bayangin aja kalau misalnya setiap kita nafas, kita harus beli oksigen. Nggak akan muncul tuh Gayus Tambunan Sampah Negara dengan uang bermiliat-miliar, Nazarudin Si Tukang Kabur, dan pejabat-pejabat yang menganggap uang 800 juta adalah uang recehan. Yang kaya akan jadi miskin karena uangnya buat bayar oksigen, yang miskin mungkin udah meninggal gara-gara tidak punya cukup uang untuk membeli oksigen. Nah, kalau gue sudah mulai kena gejala ‘tidak bersyukur’ maka gue langsung mengingat tentang permisalan oksigen ini. Dan bersyukur kembali.

Pastinya bukan cuma gue yang merasa tidak berkecukupan dalam hidup, orang lain pasti ada yang lebih banyak cobaan hidupnya daripada gue. Dan mereka merasakan hal yang sama, ingin tukeran hidup sama orang lain, orang yang sering bikin kita ‘ngiler’ dan sirik. Kriteria orang yang suka bikin sirik adalah:

1. Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau dan dia butuhkan.
2. Hidupnya damai seakan-akan cobaan yang mendatanginya hanya sedikit.
3. Mendapatkan uang secara gampang dan mudah.
4. Fasilitas di tempat tinggal sudah lengkap.
5. Ada pembantu (hehe, menurut gue pembantu itu bisa disamakan dengan malaikat rumah tangga)
6. Dan masih banyak lagi…

Yang pastinya kalau gue sebutkan satu-persatu nggak akan pernah habis. Kata guru agama gue, semua orang itu pasti punya cobaan hidup, nggak mungkin hidupnya sempurna. Ya betul itu, ada cobaan yang enak dan nggak enak. Bagi manusia yang mendapatkan cobaan enak termasuk golongan manusia ‘How Lucky You Are.’ Bagi manusia yang mendapatkan cobaan tidak enak sampai-sampai ‘bernafas’ aja susah, termasuk golongan ‘How Pity You Are’. Yah yang penting disyukuri aja ya, teman-teman yang senasib. Bersyukur, masih beruntung diberikan apa yang kita butuhkan walaupun mungkin tidak semua kebutuhan kita dipenuhi.

Untuk golongan manusia ‘How Lucky You Are’ harus meningkatkan banyak amal dan bersyukur yang tidak ada putus dan habisnya karena sudah ditempatkan di cobaan yang enak. Untuk golongan ‘How Pity You Are’ jangan jadi manusia yang musyrik. Mentang-mentang susah, jadi nyembah patung, ke dukun, pelihara upin-ipin (re: tuyul). Harus lebih banyak usaha, amal selagi ada uang, dan tetap bersyukur.

Hampir lupa, waktu gue nge-tweet kalimat sesuai dengan judul postingan diatas, tidak menyangka, banyaaaaaaaaaaaaaaaaak banget yang nge-Retweet sampai-sampai orang yang bukan followers dan nggak gue kenal juga ikut-ikutan nge-RT. Artinya, mereka juga merasa bahwa hidup mereka ‘kekurangan’. Mungkin kekurangan jalan-jalan tiap weekend, kekurangan duit jajan karena cuma 50 ribu per hari, kekurangan pacar (?), kekurangan kualitas otak, kekurangan kasih sayang dari orang tua, kekurangan tunjangan dari pemerintah (makanya pada korupsi semua!), kekurangan ini itu endebra endebre. Yah.. Bersyukur aja lah, seperti yang udah gue bilang diatas. Hidup itu berputar bagaikan roda sepeda fixie. Kadang berada diatasnya lama, kadang cepet banget merasakan hidup enak diatas kemudian kembali kebawah, kadang berada dibawah terus alias susah untuk ‘bernafas’ sulit untuk ‘bergerak.’

Maaf ya kalau postingan ini rada sensitif. No offense loh. Jadi kalau ada yang tersinggung maaf-maaf aja karena berpendapat itu bebas, tidak dilarang oleh hukum.  

Rabu, 06 Juli 2011

Terlalu Lama

Terlalu lama keyboard di laptop ini digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna seperti posting di blog Janice's Stupid Story yang sepertinya sudah mulai 'jamuran'. 
Let me tell you something why I start posting in this Blog...

Gue adalah tipe orang yang suka mencoba ini dan itu di dunia tulis-menulis, dan pada saat Raditya Dika sedang happening karena blognya diangkat menjadi sebuah buku yang akhirnya laku keras, beribu-ribu anak muda termasuk gue juga melakukan hal yang sama. Memulai untuk cerita tentang hal-hal yang konyol atau 'ngelawak' lewat postingan blog. But for me, I think it didn't go well, because it wasn't me. 
Pada awal-awal postingan, gue mencoba untuk menceritakan tentang hal-hal yang bodoh (that's why I named this 'Janice's Stupid Story), tapi tidak semua cerita yang terjadi di hidup gue ini bodoh. Ada yang inspiring, meaningful, embarrassing, and unimportant thing. Karena, cerita di blog gue ini layaknya sudah seperti capcay yang isinya campur aduk maka gue berencana untuk mengganti nama blog gue, tapi itu hanya rencana loh, manusia boleh berencana tetapi Tuhan yang berkehendak. Ecieee..


Mungkin di nama baru, gue akan lebih giat dan lebih 'ingat' untuk menulis hal-hal yang seharusnya ditulis, maklum gue makin tambah umur makin lupa untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti, kadang-kadang cerita udah ada di kepala tapi munculnya saat jam tidur, kan males banget ye buka laptop lagi jadi gue berencana untuk menulisnya besok dan saat esok hari itu tiba gue pun LUPA seperti biasa-biasanya untuk membagikan cerita yang sudah mengendap di kepala dari semalam dan pada akhirnya lewatlah sudah satu cerita untuk menambah postingan di blog ini. Wassalam...

Minggu, 20 Maret 2011

To People Who Hates Me, With Love

Cuma sepotong lirik lagu yang menurut gue sangat offensive buat orang-orang yang nggak suka, benci, dan sebel sama gue. 

FYI, ada beberapa orang yang sebeeeel dan benciiiiii banget sama gue, dan gue kenal mereka, tapi disamping itu juga ada beberapa orang yang sama sekali nggak gue kenal tapi benci sama gue. 

and this is for you all, haters. 

"Just go ahead and hate on me and run your mouth, so everyone can hear.

Hit me with the words you got and knock me down.

Baby, I don’t care!

Cause I know one day you’ll be screamin’ my name
And I’ll just look away, that’s right"

Abstract Feelings

Akhir-akhir ini gue merasa sangat kosong, bosan dan sad. Terlalu banyak hal-hal yang tidak menyenangkan, membosankan, dan menyedihkan. Beberapa hari kemarin, I feel better, yep soalnya ada DVD Gossip Girl season 1 yang lumayan menghilangkan rasa-rasa 'itu'. Sebenernya, nggak cuma sad, empty, dan boring aja yang gue rasain akhir-akhir ini. But there is another abstract feelings, i feel like a LOSER. When i look my self into the mirror i feel very ugly. I feel, i have a very bad attitude, I am ZERO. NOTHING. NOBODY. 

Selain rasa-rasa nggak ngenakin diatas, gue juga merasa sering banget ngerepotin someone (re: pacar). Gue selalu minta dianter kesana-kemari, butuh ini butuh itu. Sebenernya gue pengen banget nggak ngerepotin dia dengan minta tolong yang macem-macem. Tapi gimana.. I need those activities like buy some DVDs, other stuff. Gue nggak bisa jalan sendiri karena gue nggak bisa nyetir mobil jadi yaa maaf-maaf aja deh buat yang direpotin terus-menerus. 
Pengen banget bisa mandiri, nggak ngerepotin orang lain terus, but how? Jujur aja, gue udah terbiasa manja-manja sama pacar gue. Tapi lama-kelamaan kok gue merasa ada someone yang merasa repot karena gue kebanyakan minta. Minta tolong. Minta beliin. Minta anter. Minta jemput. Itu namanya butuh pertolongan apa kurang ajar ya?

Oke. Gue harus move on, independent, and confident. Jangan kebanyakan ngerepotin pacar, dan kayaknya itu susah banget buat dilakukan soalnya gue masih belom bisa mandiri. Terus jangan stuck di keadaan yang menyedihkan terus yaa walaupun hal-hal yang tidak menyenangkan akan terus datang kemudian membuat gue jadi muak, mau muntah huek, dan empet. Mau tau hal apa yang bikin gue empet dan mau muntah? It's school. Tapi detailnya, i can't explain in here. Too frontal. 

Maaf banget kalo isi postingan gue kali ini mungkin agak nggak jelas, abstrak, dan nggak karu-karuan tentang topik atau isi sebenernya dari postingan ini. Ya tapi seperti yang udah tertera di judul yaitu Abstract Feelings, maka isinya pun berantakan, abstrak karena terlalu banyak feeling nggak enak sampe-sampe nggak bisa gue jelasin satu-persatu. 

Terakhir sebelum gue mengakhiri tulisan gue di posting kali ini:
Berbahagialah bagi yang sedang berbahagia sekarang. Your life is far better than me. Enjoy. I am not envy you. I am just waiting for my turn to be the happiest girl in the world. 

Senin, 07 Maret 2011

Labil-Labil Para Ababil

Para ababil atau kepanjangannya adalah ABG Labil itu berumur kisaran 15 sampai 21 tahun. Menurut gue itu loh ya, menurut gue.. Sooo, bagi para pengunjung yang baca postingan ini jangan tersinggung, okeh? Karena, postingan ini dibuat dengan dasar suka-suka penulis dan tidak bermaksud untuk menyindir siapapun. Jadi, stay calm and be happy everyday! (?)

Ngomong-ngomong soal ababil yang bersebaran di seluruh Indonesia, nggak munafik, gue juga pernah jadi ababil kok disaat-saat tertentu. Gue sering banget curhat dan mengeluarkan semua yang ada di isi hati gue lewat status yang gue update di Twitter, kadang gue egois, nggak bisa bedain antara yang benar dan salah, kadang overacting, pengen ikut-ikutan jadi anak gaul tapi 'maksa', suka perang status sama orang yang nggak dikenal tapi dia kenal sama gue (haha), padahal kalo dipikir-pikir lagi sekarang, ngebales status orang yang nyindir kita tuh NGGAK PENTING banget, itu pertanda bahwa kita ikut-ikutan jadi ababil kayak dia. Childish. Kayak nggak ada kerjaan lain aja yang bisa dia lakuin selain nyindir orang yang nggak kenal sama dia lewat update-an statusnya. Ckck.. Faktanya, orang yang nyindir gue pake update-an statusnya itu umurnya udah 18 tahun keatas. Poor you..

Kemudian, gue juga masih suka ikut-ikutan gaya orang, biasanya sih gaya foto.. Yang bibirnya mencong dengan tangan kiri diatas rambut, atau foto dengan gaya gigi nyengir se-nyengir-nyengirnya, gaya kedua tangan di pinggang, kedua tangan dilipat, kedua tangan di kepala, pundak, lutut kaki lutut kaki, dsb.


Terussss, selain gue, ada ababil-ababil yang suka pengen banget ikut-ikutan nongkrong di tempat anak-anak gahoel dan berdandan seperti anak gahoel PADAHAL duit di dompet tinggal goceng. Jadi, nangkrang-ningkring, begaye-begayo di sepen elepen sambil minum teh botol  beli di warung. Maklum, nggak mampu kali beli slurup. Nyang penting kan nongkrongnye, ye gak coy? Hehe..

Mungkin Allah S.W.T yang Maha Mengetahui, tahu bahwa gue adalah anak yang amat sangat norak, masih sangat ababil dan harus dibenerin. Karena, kondisi dan situasi nggak memungkinkan banget buat gue ikut-ikutan jadi anak gahoel diluar sana. Jadi, lewat Mas Tito lah Allah menyadarkan diri gue supaya STOP jadi ababil, STOP suka ikut-ikutan gaya orang atau kebiasaan orang. Karena jadi diri sendiri itu lebih enak. Disaat anak-anak diluar sana pada pake blekberi, lo cuma pake nokia 300 ribuan atau esia 150 ribu. It is okay, no matter. Jangan merasa jadi manusia paling menyedihkan di seluruh dunia. 

Yah.. Ini quote paling basi, dan pasaran banget tapi harus gue copy paste saat ini juga, yaitu Be-Your-Self. Mas Tito selalu ngajarin supaya gue jadi anak yang biasa-biasa aja, nggak usah terlalu banyak gaya, pengen eksis, ikut-ikutan orang sehingga bakalan jadi calon ababil, nggak usah dandan atau gaya yang berlebihan buat narik perhatian orang lain. Naaaah.. Berhubungan sama kalimat gue barusan, gue nemu quote yang satu ini nih dari someone from IPS-1, 'beauty captures attention but personality captures heart.' 

Yep, yep, yep. Inti dari postingan gue hari ini adalah kita semua harus menyadari, bahwa kita ini masih menjadi manusia yang ababil, walaupun ababil tingkat rendah. Dan, pastinya jadi ababil itu sangat ngenakin buat kita tapi ngenekin buat orang lain. So, move on and be mature soon!

Jumat, 11 Februari 2011

Follow Me!

Follow account Twitter gue ya, Blogger:


Catch up with me!

Senin, 27 Desember 2010

Lagi Norak Sama Glee

Everybody, gue lagi norak-noraknya, nih sama drama musikal seri yang berjudul Glee. Kalo mau tau ceritanya kayak gimana, silahkan nonton sendiri aja di Global TV setiap Sabtu-Minggu jam setengah 4 sore. Kalo pada males nunggu hari Sabtu-Minggu, yaudeh beli aja CD-nya di toko-toko terdekat like I do

Saking demennya gue sama drama musikal yang satu ini, gue sampe searching gambar-gambar all the cast of Glee di Google dan gue simpen di laptop dengan judul folder 'Glee Cihuy'.

Berikut adalah gambar-gambar Glee hasil dari penelusuran di mbah Google:



Her name is Rachel Berry, she has a great talent and beautiful voice. But, she was so ambitious to make her being a star in Glee Club. Hahai.. Bener apa salah, tuh grammar-nya? 


This guy, his name is Finn Hudson. He was a captain of football in McKinley High School and dipuja-puji banyak cewek khususnya cewek-cewek Cheerleader (sotoy). He has a good voice too..


I think, she is the most beautiful girl in Glee. Her name is Quinn Fabray. Captain of the cheerio, president of celibacy club (kalo nggak salah nulis). Tapi sayang sekali, karena di tengah-tengah episode ia harus hamil di luar nikah dan kehamilannya membuat reputasi Quinn menjadi jatuh.


Cowok tapi mukanya kayak cewek.. Nggak cuma mukanya aja yang kayak cewek, tingkah dan suaranya pun persis seperti perempuan. That's him, Kurt Hummel, the ladies face.


Badannya gede, suaranya juga gede sama kayak badannya, apalagi kalo lagi nyanyi, beedeeuuh.. the power of her voice is menggemparkan (yak, sukses banget gue nulis dengan bahasa gado-gado yang nggak karuan). Yap, she is Mercedes Jones.


Keliatan macho dan sangar. Okay, he's Noah Puckerman. Nggak beda jauh modelnya sama si Finn, because Finn and Puck are bestfriend.


Artie Abrams, this guy spend his lifetime on a wheelchair, padahal cita-citanya adalah menjadi seorang dancer. Ckck..


Cewek cina ini sangat pemalu, kalo berbicara kadang gagap, dan dandanannya gothic. Teman di facebooknya hanya dua yaitu, papa dan mamanya. She is Tina Cohen-Chang


Ini dia, pembina dari Glee Club. Orangnya baik, tulus, pengertian, baik lagi, pengertiaaan banget deh pokoknya sama anak-anak Glee Club. Will Schuester


Diliat dari tampangnya aja udah nyolot, ye gak sih? Dia adalah Sue Sylvester, pelatih Cheerio yang terkenal. She really hates Will Schuester and wanna destroy Glee Club, but actually, she was kind and wise. 


Ibu guru ini sangat apa ya? Susah gue jelasinnya. Namanya Emma Pillsbury. Yang jelas, guru ini kalo ngomong matanya belo-belo gitu.


Who is Terri Schuester? Guess who.

Itulah pemeran-pemeran yang sering nongol di Glee. Sebenernya masih ada lagi, tapi gue kasih pemain intinya aja ya. Kalo mau nonton silahkan nonton, drama musikal ini sudah sampai season yang ketiga. Jadi, bagi yang belom nonton, kejar dulu deh nonton season 1 sama season 2. 

Oke deh! That's it. Oh iya, FYI, kalo gue sendiri sih, baru nonton season 1, huehehehe.. Bye!

Yes, I Met The Jonas Brothers

Bagi para remaja putri berkisar umur 7 sampai dengan 20 tahun, pasti deh tergila-gila banget sama yang namanya The Jonas Brothers (kecuali gue), 3 bersaudara jebolan dari Disney. Bagi yang belum tahu The Jonas Brothers, pasti eloh eloh semua bertanya-tanya what do they look like?


Okeh, karena The Jonas Brothers adalah artis dari Disney, maka tampilan dari ketiga bersaudara itu seperti Pooh, Tiger, dan Piglet yang dijadikan satu membentuk sebuah band dan menyanyikan lagu Burnin' Up, kemudian membintangi serial Camp Rock bersama Demi Lovato. Hahaha, percaya nggak lo semua? Ya janganlah. Pokoknya muke-muke The Jonas Brothers kayak gambar yang dibawah ini dah:



Nah, udah liat kan.. Gimana menurut lo semua? Nggak kayak Pooh, Tiger, sama Piglet, kan? Absolutely not.


Jadi begini ceritanya kenapa gue ngasih judul postingan ini dengan Yes, I Met The Jonas Brothers, karena beberapa hari yang lalu, gue, adik gue, dan pacar gue lagi iseng mainan Omegle, situs internet yang membantu kita untuk menemukan teman di seluruh dunia dengan cara random. Apabila situ semua mau mencoba, monggo klik Omegle.

Kemudian, kami mencoba chatting with video yang dimana nanti muke kite yang pada buluk bakal nongol di depan orang-orang yang nggak kita kenal dari seluruh dunia. Saat kita klik dan mencoba, mulai deh nongol orang Amerika, China, Amerika lagi, dan kebanyakan orang-orang yang kita temui itu berjenis kelamin laki-laki. Jaraaang banget nemu yang perempuan, yaa mungkin karena kaum laki-laki suka merasa dirinya susah dapet cewek, frustasi, makanya cari pacar lewat Omegle, hehehe.. 


Setelah banyak orang di video yang kami ajak ngobrol, katain, ketawain, dan segala macem, kami klik new, start, connection, dan tiba-tiba saja kami bertatapan di video dengan 3 orang cowok yang mukanya komersil abis. Dan, setelah ditelaah, ternyata mereka adalah THE JONAS BROTHERS! Buset! Gue kaget, dan langsung teriak-teriak 'WOY ITU JONAS BROTHERS BUSET JONAS BROTHERS ITU!' dan si JBnya ketawa-ketawa ngeliat gue dengan muka kaget teriak-teriak nama mereka. Sial, harusnya gue bisa lebih nyante. 


Oke, setelah aksi kaget-kaget ria itu ada beberapa percakapan yang kemudian percakapan itu diubah menjadi percakapan yang aneh oleh adek dan pacar gue. Ya namanya juga artis luar negeri gitu locchh, capek kali ya ngeladenin manusia aneh kayak gue, adek gue, pacar gue, langsung di disconnect deh sama mereka. HAHAHA! 
Oh iya, pas ditanya 'whats your name?' sama mereka, gue jawab aja 'nesty'. Sebenarnya, Nesty itu adalah sejenis makanan dari rumput laut... eh bukan-bukan, Nesty itu temen gue. Nesty Meliana, nama twitternya @nestoooy. Silahkan di follow dah ya, dia pacarnya Indra Gemilang. Terus apa hubungannya sama Nesty? Nesty itu ngefaaaaannnnsssss beraaaaaatttt sama The Jonas Brothers, makanya gue tulis aja nama Nesty. Terus apa jawab mereka? Mereka jawab, 'nice name'. Oke, dan pastinya Nesty pasti langsung melayang kalo baca postingan gue ini.


Kalo lo semua masih belom percaya sama cerita gue tadi, silahkan liat bukti dibawah ini:




Itu dia tampang adek gue di sebelah kiri yang cuma setengah muka, tampang pacar gue yang imoethz di tengah, dan tampang tolol gue di kanan. Dibawahnya, terlihat Jonas Brothers lagi pada stay tune meratiin gue, adek, dan pacar gue yang lagi pada stay tune juga (ciaelah).

Sabtu, 25 Desember 2010

Little Touch of Jazz

First of all, sudah dua tahun gue les vokal di salah satu lembaga pendidikan musik yang nggak bisa gue sebutin namanya. Kira-kira gue mulai les sejak kelas 9 sampai dengan kelas 11. Berhubung lembaga pendidikan musik tersebut menganut aliran musik Jazz, jadilah gue yang banyak mempelajari lagu-lagu jazz dari yang ringan sampai yang berat. Jujur, sebenernya gue cuma sok-sok bilang lagu jazz dari yang ringan sampai yang berat aja, padahal gue sendiri nggak bisa bedain antara easy jazz dan difficult jazz. Hahaha! Oke, lanjuts...


Sejak saat itu, gue mulai dikit-dikit denger musik jazz. Awalnya, sebelum masuk ke lembaga pendidikan musik tersebut, gue lebih prefer buat dengerin musik pop rock, rock, tapi nggak sampai heavy metal juga ye. Bisa kincir otak gue denger lagu yang lyricnya 'Hua hua hua raw raw grr grr wee wee mbee mbee (?)'

Setelah kena pengaruh musik jazz, gue mulai mempelajari dan mengunduh lagu-lagu jazz yang 'ringan', nggak 'miring-miring' notasi lagunya, dan yang masih enak didengar oleh kuping. Karena, kalau gue mendengarkan lagu jazz yang berat dan nggak enak, bisa-bisa pas denger lagunya gue langsung tidur seperti yang sudah-sudah. Sekarang, gue udah lumayan suka sama lagu jazz, tapi tetep lebih prefer ke musik-musik yang pop dan rock. Hmm.. Ada beberapa lagu jazz yang gue suka dan lumayan sering gue nyanyiin kalo lagi di kamar tidur, kamar mandi, yaa pokoknya masih di area dalam rumah lah ya, (maklum, coy jarang nampil dimana-mana, jadi lebih sering super mini konser di dalam area rumah with no audience)  

I always imagine that i can record my voice by singing these jazz songs below:
  1. Dream a Little Dream of Me
  2. The Way You Look Tonight
  3. L.O.V.E
  4. New York, New York
  5. My Funny Valentine
  6. Biru
  7. Oh Ya!
Cuma 7? Yap, 7 angka hoki, amazing, dan bombastis! Hahaha! Mungkin bisa dilihat lagi lagu urutan ketujuh yang berjudul Oh Ya. FYI, sampai sekarang gue belum pernah download lagu Oh Ya tersebut karena susah nyarinya. Lagu Oh Ya adalah lagu ciptaan Dian Pramana Poetra dan lagu ini so easy listening and enjoy singinging (maksudnya, enak untuk dinyanyikan), gue sering denger lagu ini kalo lagi disetel di film-film atau di acara apa gitu. Tapi, kalo mau download lagu ini untuk konsumsi pribadi buseeeng susah beuuut nyarinya. Kalo untuk lagu yang lain, silahkan unduh dan feel the feel of those songs (halah). 

Itulah ungkapan perasaan gue untuk lagu-lagu dengan sedikit sentuhan jazz di dalamnya, dan sampai sekarang gue masih mempelajari lagu-lagu jazz yang lain, cuma tetep aja lagu pop dan rock tetep jadi konsumsi pribadi gue setiap harinya. Hehehe...

Kamis, 02 Desember 2010

Wah, Cantiknya!


Hari ini, ekskul paduan suara di sekolah gue, yaitu Gita Swara Nassa gabungan SD-SMP-SMA Nasional I diundang untuk mengisi acara SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang dihadiri oleh Ibu Negara, Ani Yudhoyono. Wetseh.. Kayaknya keren ya? Hehe, Justru karena acaranya keren, gue jadi agak norak gitu. Contoh, baru juga dateng ke tempat acara, eh udah ketemu putri-putri cantik yang tinggiiiiiii dan sekseeeeeh. Sumpah, gue masih normal, gue bukan cowok, gue masih waras, tapi saat melihat para putri kebanggaan negara kita, gue langsung melongo, bengong, terpesona karena kecantikan dan aura mereka yang terpancar SRINGGGG! 

Puteri pertama yang gue temui adalah Puteri Pariwisata, Puteri Bali, sama Puteri apalagi gitu (gue nggak baca tulisan di selendangnya). Wah, cantiknya! Badan mereka tinggi semampai, cantik, kulitnya muluuuuus, dan ramah pula. Saat sang puteri pariwisata melewati gue dan teman-teman GSN lainnya, dia menyapa, "Halo, selamat pagi." dengan senyum di bibirnya yang bikin kami semua jadi pada bengong dan berpikir, ini orang apa boneka cantik etalase ya? CANTIK BETUL! 


Seperti biasa, kalo gue ngeliat orang cantik, pasti langsung gue pantekin dari ujung kaki ampe ujung rambut, pengen liat dan mengamati, kali aja cantik-cantik tapi ada borok di kaki atau tompel gede gitu di tangan. Tapi, kayaknya nggak mungkin banget ya seorang puteri gitu loh punya borok, tompel, apalagi budukan di tubuhnya. Hahaha, emangnya gue. 


Nah, terus, terus.. Gue liat kakinya.. Widih, betisnya kecil sekali saudara-saudara, sekecil tongkat kayu yang diameternya 5 cm. Gue pun terpukau bahkan sempat shock! Ada loh kaki sekecil itu, ADA LOH! ADA!!! 

Setelah gue ketemu langsung sama para puteri, gue berpikir, kok bisa ya punya badan selangsing itu? How can? Mereka perfecto del piero, badan bagus, otak cerdas, muka menawan. Ck, ck, ck. Baru ketemu puteri-puteri indonesia aja gue udah norak, gimana kalo ketemu puteri-puteri dunia seperti Aurora, Cinderella, Belle, Jasmine, dan princess-princess lainnya (?)


Setelah puas melihat puteri-puteri cantik di awal kedatangan, kami pun langsung menuju ke tempat acara dan mengisi acara. Yayaya, gue cepetin aja ceritanya, setelah itu Ibu Ani Yudhoyono datang, kami berdiri, tepuk tangan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tiba tiba temen gue ada yang nangis terharu, kata dia, 'Gue bangga bisa nyanyi Indonesia Raya bersama Ibu Negara.' Hmm.. Bener juga, dan gue pun ikut terharu. *unyunyu moment

Kemudian, tiba lah saatnya kami untuk pulang.. Karena tugas menyanyi sudah selesai, maka kami pun bergegas pulang. Cihuy! Tapi, nggak cihuy juga, karena selesainya tugas menyanyi sama dengan pulang-ke-sekolah. Tadinya, kami mau pulang ke rumah, tetapi karena waktu masih menunjukan jam 10 pagi, maka kami pun disuruh oleh pembina GSN untuk kembali belajar ke sekolah! Aduh, hawa-hawa *cibit sudah menyelimuti seluruh tubuh, nih! 


Saat kami berjalan di backstage untuk mencari tangga darurat kemudian menuju pintu keluar, kami bertemu dengan puteri nomor 1 di Indonesia, yaitu Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames yang sedang menunggu di depan lift bersama para malaikat penjaganya yang jutek.

Woohoo.. Langsung aja, tuh temen gue si Adhani yang super lebay dan percaya diri, mengajak sang Puteri Indonesia untuk berfoto bersama. Ah, sayangnya.. Respon yang diberikan oleh Nadine Alexandra tidak sesuai dengan harapan. Saat diajak foto bersama, sang puteri cuma bilang, 'Aduh, tanya aja sama zzz...' sambil melihat ke arah malaikat penjaganya yang juteeeeeeeek. Kemudian, si malaikat penjaga cuma bilang, 'Nggak bisa, lagi buru-buru... Blablablabla.' 
Akhirnya, pembina kami pun cuma membalas perkataannya dengan, 'Oh iya ya, iya, iya, iya..' *BT mode: on.

Yasudah lah, akhirnya nggak foto sama si Puteri Indonesia. Lagian, sih cuma minta foto sekali 'jepret' aje kayaknya nggak ada waktu banget.

Abis ber-sebel-sebel ria karena mendengar jawaban sang puteri. Kami pun menuju pintu keluar, dan tengtereeeengg.. Ada mobil RI 3 parkir di tempat parkir. Langsung deh, jeprat-jepret di depan mobil RI 3. Hohoho, nggak sadar ternyata sang penjaga mobil ngeliatin kami yang daritadi foto-foto sama mobil RI 3, tiba tiba aja si penjaga itu menghampiri dan memperbolehkan kami untuk foto disamping mobil RI 3. Uhuy! Palang-palang yang ada di depan mobil langsung disingkirkan agar kami bisa berfoto di samping-samping mobilnya. Hehehe, baik bet dah penjaganya. Gue doain semoga bapak penjaga cepet naik pangkat dah yak, amin. 


Oke, this is the end of the story: Setelah puas berfoto-foto ria dengan mobil Ibu Negara, kami pun langsung naik bisa dan hiks.. kembali ke sekolah. 


*Cibit = Cabut sekolah.

Jumat, 26 November 2010

Saya Terkena Gejala Stress!

Kaget banget! (lebay) waktu gue baca salah satu majalah anak mudeh yang di dalamnya terdapat artikel yang mengupas tentang stress beserta sanak saudaranya. Disitu disebutkan bahwa gejala-gejala stress adalah sebagai berikut:

1. Makan berlebihan

Betul sekali! Akhir-akhir ini semua makanan yang ada di depan mata gue pasti langsung gue lahap! (kecuali telor) Setiap menu baru kantin pasti gue beli, entah itu sate, chicken gordon blue yang harganya nyiksa, chicken burger paling mahal, sampai dengan es doger. Dalam satu hari gue bisa makan 3 gelas es doger. Alhasil, gue mengetik postingan ini dengan ingus yang ngocor dari idung gue. Hehehe.. Efek minum dingin deh biasa banget, selalu pilek, pilek, dan pilek.
 
2. Berpikiran negatif

Kalo model sifat yang satu ini mah emang gue banget! Nggak tahu berasal dari faktor apa gue bisa punya sifat yang nggak bagus ini. Suka mikirin yang jelek-jelek, berbagai hal negatif dan nggak banget. Korban utama yang selalu kena semprot kalo gue lagi negative thinking pastinya sang pacar. Saat dia sedang ingin melakukan kegiatan yang mulia, seperti berangkat ke kampus dengan semangat dan lebih pagi, gue akan menuduh seperti ini:  
'Mau ngapain lo ke kampus pagi-pagi? Mau ketemu cewek-cewek dulu ya?!' Widih.. Nggak banget, coy!

3. Merasa lelah terus

Betul, betul, betul. Gue selalu merasa capek, capek, dan capek. Capek tidur, capek main, capek istirahat, capek nonton film, capek jalan-jalan, capek ngegosip, dan capek ketawa. Semua kegiatan gue itu bikin capek bukan? Ya kan? Ya nggak sih? 


4. Sering sakit kepala

Sakit kepala sebelah doang yang gue rasakan akhir-akhir ini, merupakan penyakit terbaru setelah pilek dan alergi udang kepiting. Inilah tandanya. Mungkin memang diriku sudah terkena gejala stress, saudara-saudara! Hmm.. Tapi, gue agak bingung juga nih. Kalo benar gue terkena gejala stress, emm.. Stress gara-gara apa ya? 
Aha! Gue tahu! Gue terkena gejala stress karena Gayus Tambunan dengan mahalnya bisa keluar masuk penjara. Intinya, segala sesuatu bisa dibayar dengan mahal. Intinya lagi, tulisan gue semakin lama semakin nggak nyambung sama judulnya. 
 

5. Hilang nafsu makan

Nggak mungkin banget seorang Depina Jenis bisa kehilangan nafsu makannya. No food, no passion to do something. Memang benar apa kata pepatah, makanan dapat menentukan ukuran kebahagiaan seseorang, but the question is, emang kebahagiaan bisa diukur?

6. Sering marah-marah

Sifat pemarah menggambarkan pribadi gue banget. Sifat pemarah ini diwariskan turun temurun dari opa gue, kemudian menurun ke nyokap, dan otomatis menurun juga ke gue serta adik gue yang sekarang emosian abisss. Punya sifat pemarah nggak enak banget! Bikin muka cepet tua, nggak sabaran, bikin orang sebel, jadi suka stress sendiri, suara abis gara-gara sering ngoceh sama teriak-teriak. Pokoknya nggak 'cewek Jawa' banget deh. (secara bokap campuran jawa tengah sama jogja gitu)
 
7. Mudah tersinggung

Yap! Mudah tersinggung means nyadar diri. Nyadar kalo ada orang yang nggak suka sama kita, nyadar kalo ada yang menyindir gaya kita, nyadar kalo ada orang yang suka ngomongin kita dari belakang, nyadar kalo ternyata mudah tersinggung itu merupakan sifat yang membuat kita kehilangan rasa percaya diri kita sendiri.

8. Nyeri di persendian

Hahaha, gejala stress yang satu ini kayak penyakit orang tua nih, sering sakit persendian di kaki, terus nggak bisa jalan dan akhirnya pake tongkat multifungsi deh. (tongkat multifungsi yang bisa digunakan sebagai alat bantu berjalan, mengetuk kepala cucu-cucu yang nakal, dan pajangan rumah)
Gejala yang satu ini, alhamdulillah tidak saya rasakan.


Dari delapan pilihan diatas, ternyata cukup banyak gejala-gejala stress yang sering gue alami. Tapi, apakah itu menunjukan kalo gue lagi stress? I don't think so.. Kalaupun ternyata benar analisis dari gejala stress tersebut, gue stress gara-gara apa ya? 

Mungkin, suatu masalah yang memang sudah ada, tapi gue anggap seakan-akan tidak pernah ada. 

Ya, mungkin benar gue stress. Stress dengan masalah yang udah gue simpen jauuuuuuuuuh dari pikiran gue. Sampai-sampai gue pun lupa masalah itu tentang apa, kapan masalah itu terjadi, dan jumlah masalah yang udah gue simpen rapat-rapat di sebuah lemari besi yang terkunci. Dan, mungkin juga kuncinya udah ketelen sama gue, sampai akhirnya menjadi tai yang berakhir di septic tank. 

Selasa, 23 November 2010

Disney Dream Cruise: Dreams Come True!

Disney Dream adalah mimpi yang terapung di lautan. Di atasnya terdapat wahana air sepanjang 765 kaki dan setiap kamar dipasang jendela virtual (virtual portholes) dengan live view pemandangan samudera tanpa perlu melongok jendela. Disney Dream sebagai kapal pesiar ketiga milik Disney (setelah Disney Wonder dan Disney Magic), dijadwalkan melakukan pelayaran perdana pada 26 Januari 2011 dari Port Canaveral, Florida untuk pesiar menuju Bahama. Berkapasitas 4.000 penumpang, kapal ini sangat minim jendela tetapi di setiap tempat tidur disediakan sebuah layar virtual yang menyajikan pemandangan luar kapal yang sesekali disela tampilan tokoh-tokoh Disney. Dan penumpang bebas akan menghidupkan atau mematikan layar virtual tersebut.





Bagi penggemar Disney, pelayaran dengan Disney Dream memang benar-benar pengalaman untuk mewujudkan mimpi! Disney mulai membuka pemesanan tempat untuk pelayaran perdana kapal pesiar
inovatif ini sejak 9 November tahun ini.

Enchanted Garden Restaurant



Disney Dream Animator's Palate Restaurant




Fasilitas wahana air AquaDuck yang terdapat di atas kapal pesiar ini bisa dimanfaatkan per dua orang untuk merasakan petualangan di arus liar air. Wahana yang terletak di dek paling atas tersebut menyediakan rute tualangan satu lingkaran yang hanya berjarak 13 kaki di sisi kapal dan 150 kaki di atas permukaan laut. Satu sortie perjalanan AquaDuck hanya 90 detik namun sangat mendebarkan dan tak terlupakan! Inovasi lainnya di kapal pesiar ini adalah dinding koridor-koridor bergambar yang jika dilintasi akan bergerak menjadi animasi. Lalu suasana restoran yang akan selalu berganti dari pagi hingga malam. Bagi naak-anak, ia bisa berbincang dengan tokoh animasi Disney kesukaanya melalui layar plasma berukuran besar.




The Bedroom




Disney Dream Interactive Play Floor




Cuma 1 komentar dari gue, AMAZING!



Selamat berlayar! *mupeng mode: on.

5 Fun and Safe Social Network for Children

Nih, bagi-bagi informasi tentang 5 situs jaringan sosial yang aman buat anak-anak kecil. Informasi ini ditulis dalam Bahasa Inggris, jadi semoga mengerti deh. Soalnya, gue sendiri yang ngasih informasi juga nggak ngerti-ngerti banget sama deskripsi kelima situs jaringan sosial ini. Abis pakai Bahasa Inggris sih.. Yasudahlah, yang penting ini blog ada informasinya, bukan stupid story doang. Hehe..

If you have young children on Facebook or MySpace, they shouldn’t be — at least legally. The Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) prevents websites from collecting personal information about children who are under the age of 13 without their parents’ permission.

Many children bypass this law, even on sites that enforce it, by simply adjusting their birthday. In a recent study by the Kaiser Family Foundation, 75% of seventh through 12th graders surveyed said they had a profile on a social media site.

Clearly children want to use social media, and the evidence suggests that they will do so despite COPPA or the many justified parental fears that helped create it. Parents can, however, make the experience safer by directing their children to one of these five age-appropriate social networks.

1. Togetherville


Parents can sign up their children by using their own Facebook (Facebook) accounts to create a profile for their kids on this Facebook-like site. Once parents have selected friends for their children by searching other students at their child’s schools, adding family friends from their own Facebook profiles, and sending e-mail invites, children have access to selected YouTube (YouTube) videos, games, and creative projects. The site has other features that mirror Facebook, like the ability to “heart it,” buy and send gifts using a virtual currency (the twist is that parents give the currency to their children free of cost as “allowance”), and share videos and other parts of the site with their friends.

Where the site departs from Facebook puts many parents’ minds at rest: no outside links, no unapproved friends, and no private conversations. In order to post original comments instead of pre-set options, children must agree to this code of conduct: “I agree to not say anything mean or hurtful, not say embarrassing things about myself, my friends, or my family, and take responsibility for what I say on Togetherville.”

Togetherville’s target age group is under 10, which makes pre-set comment options like “Hampsters are so CUTE!” understandable. The site also facilitates parents’ participation in their children’s introduction to social media by encouraging parent-child interaction. Not only can parents view their child’s social network activity, but they can also post messages to his or her wall, allocate “virtual allowances,” and send virtual gifts.

2. What’s What


This site is probably the most secure social network for kids on this list. In order to sign their children up, parents need to submit their credit card information to verify their identity and they must submit three mug shots (taken with a webcam) of their child for the site’s records. As with every site on this list, I was still able to create a profile as an adult and therefore browse friends in “my grade,” which I selected as seventh. Unlike the other sites, however, the What’s What team had discovered my adult presence (via those mug shots) within about six hours and blocked my profile.

While children are free to interact with people they don’t know, they can’t make friends with people who are out of their age group (in their grade or one grade below or above theirs) without parental permission. Beyond this, the network functions much like the others: users can exchange messages, make friends, join and create groups, and view their friends’ profiles. Parents can edit or delete their children’s profiles at any time, and everything posted on the site is monitored.

The intended age group for the site is between 8 and 14, which seems realistic given that two big draws of social networking — the ability to “make friends” with new people and share your thoughts with others — are retained.

3. ScuttlePad


To sign up for ScuttlePad, kids provide their birthday, favorite color, first name, and parent’s e-mail address, and they’re not allowed on the site until their parents approve it. Once logged in, they’re free to post messages, make friends, upload photos, and make comments — but with a catch. All comments on the site need to follow a given format and use a given set of words. Messages are composed within the framework, “I’m click, click, click,” with each click leading to a choice of words. Photos are manually approved by ScuttlePad, and only first names are used on the site.

The comment outline feature makes the site more secure. Realistically, anyone of any age, with any malicious intention, could sign up, but it’s hard to do much damage with the pre-set communication options. Similarly, it’s impossible to cyber bully or even really hurt anyone’s feelings using the preset options.

On the other hand, this feature can be restricting to the point of making the online experience dull to older kids. The site is intended to teach children ages 6 to 11 about how to use a social media site, and it definitely accomplishes that goal. It might be most engaging, however, for kids on the younger end of that age group.

4. GiantHello


Parents can verify their identities and sign their children up for giantHello by either providing the last four digits of their social security number or by charging one cent to a credit card. Beyond that, the site provides the social networking experience that comes closest to mainstream social media networks, making it more appealing to older children who want more autonomy than is allowed on some of the other sites.

Profile pages function much like a Facebook wall: friends can leave comments, children can update their status, and activity on the site — like joining groups — is reported on their page. Children also have options to send private message, upload photos, and join the fan pages of celebrities like the Jonas Brothers and Ryan Seacrest, which are updated via the celebrities’ Twitter (Twitter) feeds.

As far as the social media experience goes, giantHello parts from its mainstream counterpart by removing the “search for friends” function. Children need to either invite friends via an e-mail or print out as page with an invitation code to give them. Therefore, they can’t make friends with people who they don’t know.

5. Skid-e Kids


Skid-e kids relies on staff moderators for most of its security features: if a comment is flagged by a filter for inappropriate language or disclosure of personally identifiable information, it is sent to human moderation; all photos are checked by a moderators; users submit articles and stories for a “written by you” section that are edited for inappropriate language and personal information before they’re posted; and interest group pages are moderated.

Unlike most sites, parents and children both are encouraged to create profiles on the same network. Users can exchange messages, update their statuses, upload video (which needs to be approved before it is posted), and compete against each other for high scores on any of the free games on the site. Unfortunately most of these games are prefaced by ads, and although they are advertised as educational, it’s hard to see how something like “Powerpuff coloring” fits this description.

The advantage of this site, especially for older children, is that much of the moderation is provided by the site itself. Parents aren’t required to constantly check in or approve decisions, but can instead focus on interacting with their children on the same network.