Jumat, 26 November 2010

Saya Terkena Gejala Stress!

Kaget banget! (lebay) waktu gue baca salah satu majalah anak mudeh yang di dalamnya terdapat artikel yang mengupas tentang stress beserta sanak saudaranya. Disitu disebutkan bahwa gejala-gejala stress adalah sebagai berikut:

1. Makan berlebihan

Betul sekali! Akhir-akhir ini semua makanan yang ada di depan mata gue pasti langsung gue lahap! (kecuali telor) Setiap menu baru kantin pasti gue beli, entah itu sate, chicken gordon blue yang harganya nyiksa, chicken burger paling mahal, sampai dengan es doger. Dalam satu hari gue bisa makan 3 gelas es doger. Alhasil, gue mengetik postingan ini dengan ingus yang ngocor dari idung gue. Hehehe.. Efek minum dingin deh biasa banget, selalu pilek, pilek, dan pilek.
 
2. Berpikiran negatif

Kalo model sifat yang satu ini mah emang gue banget! Nggak tahu berasal dari faktor apa gue bisa punya sifat yang nggak bagus ini. Suka mikirin yang jelek-jelek, berbagai hal negatif dan nggak banget. Korban utama yang selalu kena semprot kalo gue lagi negative thinking pastinya sang pacar. Saat dia sedang ingin melakukan kegiatan yang mulia, seperti berangkat ke kampus dengan semangat dan lebih pagi, gue akan menuduh seperti ini:  
'Mau ngapain lo ke kampus pagi-pagi? Mau ketemu cewek-cewek dulu ya?!' Widih.. Nggak banget, coy!

3. Merasa lelah terus

Betul, betul, betul. Gue selalu merasa capek, capek, dan capek. Capek tidur, capek main, capek istirahat, capek nonton film, capek jalan-jalan, capek ngegosip, dan capek ketawa. Semua kegiatan gue itu bikin capek bukan? Ya kan? Ya nggak sih? 


4. Sering sakit kepala

Sakit kepala sebelah doang yang gue rasakan akhir-akhir ini, merupakan penyakit terbaru setelah pilek dan alergi udang kepiting. Inilah tandanya. Mungkin memang diriku sudah terkena gejala stress, saudara-saudara! Hmm.. Tapi, gue agak bingung juga nih. Kalo benar gue terkena gejala stress, emm.. Stress gara-gara apa ya? 
Aha! Gue tahu! Gue terkena gejala stress karena Gayus Tambunan dengan mahalnya bisa keluar masuk penjara. Intinya, segala sesuatu bisa dibayar dengan mahal. Intinya lagi, tulisan gue semakin lama semakin nggak nyambung sama judulnya. 
 

5. Hilang nafsu makan

Nggak mungkin banget seorang Depina Jenis bisa kehilangan nafsu makannya. No food, no passion to do something. Memang benar apa kata pepatah, makanan dapat menentukan ukuran kebahagiaan seseorang, but the question is, emang kebahagiaan bisa diukur?

6. Sering marah-marah

Sifat pemarah menggambarkan pribadi gue banget. Sifat pemarah ini diwariskan turun temurun dari opa gue, kemudian menurun ke nyokap, dan otomatis menurun juga ke gue serta adik gue yang sekarang emosian abisss. Punya sifat pemarah nggak enak banget! Bikin muka cepet tua, nggak sabaran, bikin orang sebel, jadi suka stress sendiri, suara abis gara-gara sering ngoceh sama teriak-teriak. Pokoknya nggak 'cewek Jawa' banget deh. (secara bokap campuran jawa tengah sama jogja gitu)
 
7. Mudah tersinggung

Yap! Mudah tersinggung means nyadar diri. Nyadar kalo ada orang yang nggak suka sama kita, nyadar kalo ada yang menyindir gaya kita, nyadar kalo ada orang yang suka ngomongin kita dari belakang, nyadar kalo ternyata mudah tersinggung itu merupakan sifat yang membuat kita kehilangan rasa percaya diri kita sendiri.

8. Nyeri di persendian

Hahaha, gejala stress yang satu ini kayak penyakit orang tua nih, sering sakit persendian di kaki, terus nggak bisa jalan dan akhirnya pake tongkat multifungsi deh. (tongkat multifungsi yang bisa digunakan sebagai alat bantu berjalan, mengetuk kepala cucu-cucu yang nakal, dan pajangan rumah)
Gejala yang satu ini, alhamdulillah tidak saya rasakan.


Dari delapan pilihan diatas, ternyata cukup banyak gejala-gejala stress yang sering gue alami. Tapi, apakah itu menunjukan kalo gue lagi stress? I don't think so.. Kalaupun ternyata benar analisis dari gejala stress tersebut, gue stress gara-gara apa ya? 

Mungkin, suatu masalah yang memang sudah ada, tapi gue anggap seakan-akan tidak pernah ada. 

Ya, mungkin benar gue stress. Stress dengan masalah yang udah gue simpen jauuuuuuuuuh dari pikiran gue. Sampai-sampai gue pun lupa masalah itu tentang apa, kapan masalah itu terjadi, dan jumlah masalah yang udah gue simpen rapat-rapat di sebuah lemari besi yang terkunci. Dan, mungkin juga kuncinya udah ketelen sama gue, sampai akhirnya menjadi tai yang berakhir di septic tank. 

Selasa, 23 November 2010

Disney Dream Cruise: Dreams Come True!

Disney Dream adalah mimpi yang terapung di lautan. Di atasnya terdapat wahana air sepanjang 765 kaki dan setiap kamar dipasang jendela virtual (virtual portholes) dengan live view pemandangan samudera tanpa perlu melongok jendela. Disney Dream sebagai kapal pesiar ketiga milik Disney (setelah Disney Wonder dan Disney Magic), dijadwalkan melakukan pelayaran perdana pada 26 Januari 2011 dari Port Canaveral, Florida untuk pesiar menuju Bahama. Berkapasitas 4.000 penumpang, kapal ini sangat minim jendela tetapi di setiap tempat tidur disediakan sebuah layar virtual yang menyajikan pemandangan luar kapal yang sesekali disela tampilan tokoh-tokoh Disney. Dan penumpang bebas akan menghidupkan atau mematikan layar virtual tersebut.





Bagi penggemar Disney, pelayaran dengan Disney Dream memang benar-benar pengalaman untuk mewujudkan mimpi! Disney mulai membuka pemesanan tempat untuk pelayaran perdana kapal pesiar
inovatif ini sejak 9 November tahun ini.

Enchanted Garden Restaurant



Disney Dream Animator's Palate Restaurant




Fasilitas wahana air AquaDuck yang terdapat di atas kapal pesiar ini bisa dimanfaatkan per dua orang untuk merasakan petualangan di arus liar air. Wahana yang terletak di dek paling atas tersebut menyediakan rute tualangan satu lingkaran yang hanya berjarak 13 kaki di sisi kapal dan 150 kaki di atas permukaan laut. Satu sortie perjalanan AquaDuck hanya 90 detik namun sangat mendebarkan dan tak terlupakan! Inovasi lainnya di kapal pesiar ini adalah dinding koridor-koridor bergambar yang jika dilintasi akan bergerak menjadi animasi. Lalu suasana restoran yang akan selalu berganti dari pagi hingga malam. Bagi naak-anak, ia bisa berbincang dengan tokoh animasi Disney kesukaanya melalui layar plasma berukuran besar.




The Bedroom




Disney Dream Interactive Play Floor




Cuma 1 komentar dari gue, AMAZING!



Selamat berlayar! *mupeng mode: on.

5 Fun and Safe Social Network for Children

Nih, bagi-bagi informasi tentang 5 situs jaringan sosial yang aman buat anak-anak kecil. Informasi ini ditulis dalam Bahasa Inggris, jadi semoga mengerti deh. Soalnya, gue sendiri yang ngasih informasi juga nggak ngerti-ngerti banget sama deskripsi kelima situs jaringan sosial ini. Abis pakai Bahasa Inggris sih.. Yasudahlah, yang penting ini blog ada informasinya, bukan stupid story doang. Hehe..

If you have young children on Facebook or MySpace, they shouldn’t be — at least legally. The Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) prevents websites from collecting personal information about children who are under the age of 13 without their parents’ permission.

Many children bypass this law, even on sites that enforce it, by simply adjusting their birthday. In a recent study by the Kaiser Family Foundation, 75% of seventh through 12th graders surveyed said they had a profile on a social media site.

Clearly children want to use social media, and the evidence suggests that they will do so despite COPPA or the many justified parental fears that helped create it. Parents can, however, make the experience safer by directing their children to one of these five age-appropriate social networks.

1. Togetherville


Parents can sign up their children by using their own Facebook (Facebook) accounts to create a profile for their kids on this Facebook-like site. Once parents have selected friends for their children by searching other students at their child’s schools, adding family friends from their own Facebook profiles, and sending e-mail invites, children have access to selected YouTube (YouTube) videos, games, and creative projects. The site has other features that mirror Facebook, like the ability to “heart it,” buy and send gifts using a virtual currency (the twist is that parents give the currency to their children free of cost as “allowance”), and share videos and other parts of the site with their friends.

Where the site departs from Facebook puts many parents’ minds at rest: no outside links, no unapproved friends, and no private conversations. In order to post original comments instead of pre-set options, children must agree to this code of conduct: “I agree to not say anything mean or hurtful, not say embarrassing things about myself, my friends, or my family, and take responsibility for what I say on Togetherville.”

Togetherville’s target age group is under 10, which makes pre-set comment options like “Hampsters are so CUTE!” understandable. The site also facilitates parents’ participation in their children’s introduction to social media by encouraging parent-child interaction. Not only can parents view their child’s social network activity, but they can also post messages to his or her wall, allocate “virtual allowances,” and send virtual gifts.

2. What’s What


This site is probably the most secure social network for kids on this list. In order to sign their children up, parents need to submit their credit card information to verify their identity and they must submit three mug shots (taken with a webcam) of their child for the site’s records. As with every site on this list, I was still able to create a profile as an adult and therefore browse friends in “my grade,” which I selected as seventh. Unlike the other sites, however, the What’s What team had discovered my adult presence (via those mug shots) within about six hours and blocked my profile.

While children are free to interact with people they don’t know, they can’t make friends with people who are out of their age group (in their grade or one grade below or above theirs) without parental permission. Beyond this, the network functions much like the others: users can exchange messages, make friends, join and create groups, and view their friends’ profiles. Parents can edit or delete their children’s profiles at any time, and everything posted on the site is monitored.

The intended age group for the site is between 8 and 14, which seems realistic given that two big draws of social networking — the ability to “make friends” with new people and share your thoughts with others — are retained.

3. ScuttlePad


To sign up for ScuttlePad, kids provide their birthday, favorite color, first name, and parent’s e-mail address, and they’re not allowed on the site until their parents approve it. Once logged in, they’re free to post messages, make friends, upload photos, and make comments — but with a catch. All comments on the site need to follow a given format and use a given set of words. Messages are composed within the framework, “I’m click, click, click,” with each click leading to a choice of words. Photos are manually approved by ScuttlePad, and only first names are used on the site.

The comment outline feature makes the site more secure. Realistically, anyone of any age, with any malicious intention, could sign up, but it’s hard to do much damage with the pre-set communication options. Similarly, it’s impossible to cyber bully or even really hurt anyone’s feelings using the preset options.

On the other hand, this feature can be restricting to the point of making the online experience dull to older kids. The site is intended to teach children ages 6 to 11 about how to use a social media site, and it definitely accomplishes that goal. It might be most engaging, however, for kids on the younger end of that age group.

4. GiantHello


Parents can verify their identities and sign their children up for giantHello by either providing the last four digits of their social security number or by charging one cent to a credit card. Beyond that, the site provides the social networking experience that comes closest to mainstream social media networks, making it more appealing to older children who want more autonomy than is allowed on some of the other sites.

Profile pages function much like a Facebook wall: friends can leave comments, children can update their status, and activity on the site — like joining groups — is reported on their page. Children also have options to send private message, upload photos, and join the fan pages of celebrities like the Jonas Brothers and Ryan Seacrest, which are updated via the celebrities’ Twitter (Twitter) feeds.

As far as the social media experience goes, giantHello parts from its mainstream counterpart by removing the “search for friends” function. Children need to either invite friends via an e-mail or print out as page with an invitation code to give them. Therefore, they can’t make friends with people who they don’t know.

5. Skid-e Kids


Skid-e kids relies on staff moderators for most of its security features: if a comment is flagged by a filter for inappropriate language or disclosure of personally identifiable information, it is sent to human moderation; all photos are checked by a moderators; users submit articles and stories for a “written by you” section that are edited for inappropriate language and personal information before they’re posted; and interest group pages are moderated.

Unlike most sites, parents and children both are encouraged to create profiles on the same network. Users can exchange messages, update their statuses, upload video (which needs to be approved before it is posted), and compete against each other for high scores on any of the free games on the site. Unfortunately most of these games are prefaced by ads, and although they are advertised as educational, it’s hard to see how something like “Powerpuff coloring” fits this description.

The advantage of this site, especially for older children, is that much of the moderation is provided by the site itself. Parents aren’t required to constantly check in or approve decisions, but can instead focus on interacting with their children on the same network.

Istri Cerewet, Suami Lompat ke Sungai

Ini berita serius. Sekali lagi. Berita serius. Bukan main-main apalagi kerjaan orang yang cari sensasi. Ini benar-benar terjadi!

Peristiwa konyol tapi nyata ini terjadi di Beijing, China.

Lantaran tak betah mendengar omelan istrinya, seorang pria berusia 45 tahun melompat ke dalam Sungai Yangtze dari sebuah kapal, 4 Agustus lalu.

Sebelum melompat, pria bernama Zhou itu sempat berteriak: "Aku ingin kedamaiaaaan...."

Dilansir Xinhua, Senin (10/8/2009), para penumpang di atas kapal awalnya berpikir Zhou akan tenggelam di derasnya arus air. Namun beruntung dia bisa berenang ke tepian dan polisi setempat menemukannya.

Melihat suaminya tetap hidup, Hu (42), si istri yang cerewet, memeluk Zhou dan berjanji untuk mencoba menjadi orang yang sabar.

Nah! Makanya, bagi para ibu maupun calon ibu, tolong agak ditahan sifat cerewetnya. Kadang sifat cerewet yang dianggap sifat biasa para ibu-ibu itu dapat mengakibatkan hal fatal seperti berita diatas.

Rabu, 20 Oktober 2010

Balada Mengigau

Gue hidup di dunia sudah 16 tahun dengan salah satu kebiasaan yang aneh yaitu ngigo atau bahasa kerennya tuh daydream. Habit yang satu ini menguntungkan, tetapi juga merugikan. Kenapa? Hahaha.. Liat cerita dibawah ini:

Waktu gue berumur... (lupa) pokoknya masih TK B, masih kecil, masih pitik, masih polos, masih tanpa dosa, pokoknya seperti itulah imut-imut, lucu nan menggemaskan, gue mengalami ngigo yang parah! Jadi, pada waktu itu gue lagi nginep di rumah sepupu yang bertempat di Kelapa Gading dan rumahnya itu tingkat dua. Malam hari yang indah nan sunyi, gue tidur dengan nyenyak. Zzz.. Grok.. Grok.. Kemudian saat pagi hari menjelang, gue membuka mata dan eits! Bim salabim prok prok prok, semalam gue tidur di kamar sepupu dan pada pagi hari itu gue terbangun di kamar tante gue. Is it weird isn't it?

Setelah terbangun, cuci muka, sikat gigi, dan tidak mandi tentu saja. Gue langsung ditanya sama nyokap, "Kok tidurnya bisa pindah?" kemudian gue hanya menjawab dengan gerakan non-verbal yaitu geleng-geleng.
Gue sempet parno juga sih waktu itu. Gue pikir saat gue lagi tidur tiba-tiba ada Jin Aladdin yang mindahin gue ke kamar tante gue, terus karena gue terlalu nyenyak tidur jadi dia nggak sempet nawarin gue 3 permintaan. Oh damn!

Ternyata yang mengetahui apa yang terjadi sebenarnya tentang peristiwa pindahnya seorang bocah ingusan saat ia sedang tidur ke kamar tantenya secara tidak sadar adalah suami tante gue yang biasa disebut dengan om. Om menceritakan bahwa, pada tengah malam, dia ngeliat gue turun tangga dengan mata merem. Kemudian dia memanggil gue, tapi gue diem aja dan keep walking. Jadi, si om langsung nyamperin gue dan memutar arah balik gue berjalan, kemudian gue berjalan menaiki tangga kembali dengan mata tertutup dan dibawah alam sadar. That's cool..

Kemudian, saat kembali ke atas, gue nyangsang masuk ke kemar tante gue dan tidur disana.

Itulah balada mengigau pertama yang gue alami saat masih kecil. Lainnya, masih banyak lagi seperti pada saat gue tidur siang bareng nyokap, tiba-tiba aja gue bangun dengan mata terpejam pastinya. Kemudian gue menuju pintu kamar dan gebuk-gebuk pintunya sambil berteriak, "Janice mau keluar, Janice mau keluar!" This is uncool. Ditambah lagi, pintu kamarnya itu tidak dikunci, jadi buat apa gue ngigo teriak minta keluar sambil gebuk-gebuk pintu kalo ternyata pintunya tidak dikunci. Hmm.. Yasudahlah.. Namanya juga ngigo, selalu hal bodoh yang terjadi.

Cerita diatas adalah hal-hal yang merugikan tetapi mengenang dari mengigau. Dan, saat gue berumur 16 tahun gue baru sadar kalau ternyata kebiasaan mengigau itu ada manfaatnya. Kok bisa ada manfaatnya? Nah, itu tergantung cara kita memanfaatkannya.

Jadi begini, waktu itu gue lagi nggak punya pulsa dan kebetulan sekali sang pacar minta dibangunin jam 5 pagi. Hmm.. Kalo gue tolak, kasian.. Kalo gue terima tapi gue nggak ada pulsa. Jadi, gue putuskan untuk bilang IYA. Dan, urusan pakai handphone siapa banguninnya ya urusan besok pagi aja.

"Best thing about tonight that we're not fighting..." Oke. Itu adalah sepenggal lagu Secondhand Serenade yaitu Fall For You yang menjadi bunyi weker gue setiap pagi. Gue terbangun dan gue langsung mendapat ide. Aha! Gue pakai handphone si adik saja. Karena, kamarnya si adik di seberang kamar gue, jadi langsung dong gue buka pintu kamar dan jalan ke kamar adik gue untuk minjem handphone-nya dia.

Saat gue buka kamar adik gue, jegrek.. Tiba-tiba bokap gue keluar kamar dan bilang, "Janice mau ngapain ke kamar Jodie?" Wetseh! Kaget banget, langsung aja dengan spontan gue jalan balik lagi ke kamar gue dengan muka akting planga-plongo dan mata setengah merem biar dikira lagi ngigo. Dan ternyata akting gue berhasil! Paginya, bokap gue bilang, "Tadi malem, kamu ngigo ke ke kamar Jodie tuh." Terus gue jawab, "Hah? Iya ya? Hah nggak tau deh." Hahaha!

Abisnya kalau gue bilang dengan jujur mau pinjem handphone adik buat bangunin pacar, bisa-bisa bokap ngamuk dikira beliau gue boros pulsa, padahal mah emang iya sih. Hehehe..

Nah, jadi intinya mengigau itu bisa merugikan dan membahayakan keselamatan jiwa, tetapi bisa juga menguntungkan kalau kita memanfaatkan kebiasaan mengigau ini dengan baik, benar, dan sesuai dengan kaidah-kaidah.

Sabtu, 25 September 2010

Aye-Aye Cho-Co-La-Te


Saya suka dan cinta sekali dengan cokelat.. *lebay*
Kalau abis makan cokelat, pikiran jadi fresh dan nggak gampang stress.
I think.. the most delicious chocolate is in the picture below:

Cadbury Dairy Milk


Biasanya, kalau gue lagi nemenin nyokap belanja ke pusat perbelanjaan, gue selalu ngacir ke tempat cokelat dan langsung ngambil Cadbury Dairy Milk.
Tapi, saat cokelat itu gue taruh di kereta belanjaan, tidak lama kemudian datanglah nyokap gue, melirik kearah cokelat yang tadi gue taruh di kereta dan berkata, "Ngapain beli cokelat beginian? Mahal. Ambil Silver Queen aja." Bruk! Mood senang langsung ambruk berubah menjadi mood sebel.

Kit Kat

Kalo gue ke Indomaret, gue suka beli cokelat ini, karena enak, ada biskuitnya, terus bisa dikunyah (yaiyalah bisa dikunyah dasar bodoh!), bentuknya simpel, dan yummy lah pokoknya.

Nutella

Selai cokelat yang satu ini is my favorite. Dioleskan ke roti.. Disantap untuk sarapan pagi.. Sambil minum green tea. Widih.. Perfect! What else?

M&M's

Cokelat buat ngemil nih! Paling enak dimakan kalo lagi UTS, UAS, dan Ujian Praktek. Dijamin langsung dibuang cokelatnya ke tong sampah. Hahaha! Cokelat ini cocok dimakan dengan es krim, kue, dan bakso (loh?)

Nah, itu dia 4 cokelat super yummy! Ada yang padat dan cair. Silakan membeli cokelat-cokelat tersebut di toko kelontong terdekat. Tidak menimbulkan efek samping, tetapi menimbulkan efek depan. Efek depan berupa, ketagihan untuk terus memakan cokelat tersebut, kemudian ingin jalan ke 'depan' komplek rumah untuk beli cokelatnya di Alfamart. Bahaha!

Oke. Untuk selanjutnya, sebuah cerita yang nggak nyambung sama judul postingan diatas, tapi gue tulis aja deh, mumpung inget! Cerita ini tentang sereal, yang dimana sereal itu adalah oleh-oleh dari tante gue yang baru pulang dari Amerika.
Bentuknya serealnya seperti ini,


Kelihatannya sih enak.. Tapi, saat gue makan sereal ini dicampur dengan susu.. Huek, bleketek koek koek. Nggak enak! Jauh lebih enak Koko Crunch dan dedengkotnya.

Gue masih nggak ngerti, apa serealnya yang emang nggak enak atau lidah gue yang nggak cocok sama serealnya?

Ah.. Sudahlah, intinya buat orang yang pola makan dan struktur lidahnya Indonesia banget kayak gue, nggak usah makan sereal luar negeri yang unknown. Cukup nasi uduk, bubur kacang ijo ketan item, atau ketoprak aja buat sarapan, dijamin kenyang dan nggak ada rasa-rasa asing di lidah.

Go back to the chocolate. Sebenarnya, gue suka sama semua cokelat yang ada di dunia, walaupun gue nggak tahu cokelat yang ada di Zimbabwe itu bentuknya seperti apa.
Tapi menurut gue, keempat cokelat diatas adalah yang paling the best, paling gue kenal, dan paling mudah didapat.

Bagaimana dengan cokelat yang lain? Well, I still miss the taste of Belgian Chocolate and Swiss Chocolate. Makan warm waffle Belgia dengan cokelat kental diatasnya, kemudian diikuti dengan mencoba berbagai macam cokelat Swiss.
Hmm.. Help me to get that chocolate, God.

Jumat, 24 September 2010

Ikan-Ikan Gaul

See my fish pond on the right side? Itu adalah kolam ikan koi! Ikannya berjumlah 10 loooh.. Katanya, ikan koi itu bisa menambah hoki, mudah-mudahan gue jadi hoki karena memelihara sepuluh ikan koi tersebut. Warnanya ada yang merah dan ada yang hitam, lalala..

Hmm.. Ikan-ikan tersebut gue kasih nama satu-persatu lho. Mau tahu? Mau tempe? Tahu aja, deh.. Jadi, ceritanya ikan yang merah itu betina, kalau hitam yang jantan.

Ikan Merah #1: Fisha
Fisha sebenarnya adalah nama teman gue, tetapi karena namanya tidak jauh-jauh seperti nama Bahasa Inggris-nya ikan, yaitu fish. Jadi, maaf ya Fisha Naufarani. Namanya saya pakai! Mudah-mudahan amal ibadah Teteh (nama panggilan Fisha) diterima di sisi Allah dan pahala Teteh bertambah banyak karena ikhlas namanya gue pakai. Thank you, Teteh Embem. Peace, love, and not gaul *sok ngikutin Planet Remaja*.

Ikan Merah #2: Kitil-Kitil
Kitil-Kitil adalah nama bantal gulingku waktu kecil, yang sudah apek pastinya. Tapi, sekarang bantal gulingnya sudah dibuang ke tong sampah sama nyokap! Teganya! Jadi kuabadikan saja namanya di ikan ini.

Ikan Merah #3: Esmeralda
Biar ikannya cantik kayak Esmeralda de Amore ni Pizza la Pasta so Ngana pe bodi Poco-poco.

Ikan Merah #4: Susis
Aku suka banget lagu Sule yang Susis, jadi aku pakai aja. Bahahaha!

Ikan Merah #5: Lady Gogo
Ikan yang satu ini adalah maskot ikan koi merah betina. Nama lengkapnya Lady Gogo Power Ranger. Paling nyentrik, gaul, dan kreatif. Ikan yang jago bernyanyi ini mempunyai 3 lagu terkenal. Lagu-lagunya bisa di download di www.tidakadalagu.com.
Lagu-lagunya adalah sebagai berikut:
1. Pipirizzi
2. Bod Romonco
3. Elejendre


Berikutnya adalah nama-nama dari ikan hitam yang jantan, Lihatlah!

Ikan Hitam #1: Alejandro
'Don't call my name.. Don't call my name.. Alejandro.' From Lady Gaga song.

Ikan Hitam #2: Fernando
'I'm not your babe.. I'm not your babe.. Fernando.' From Lady Gaga song.
Si Fernando ini agak blo'on. Udah dibilangin tadi sama Lady Gaga, I'm not your babe yang artinya Gue bukan babe lo, tapi Fernando masih aja ngeyel.

Ikan Hitam #3: Roberto
Mantan aktor pemeran utama film The Twilight Saga yang sudah pensiun. Roberto Pattisono.

Ikan Hitam #4: Nokia 5610
Ikan ini diberi nama tipe handphone untuk mengenang Handphone kesayangan gue yang sudah meninggal.

Ikan Hitam #5: Boss
Bukan nama merk parfum, tapi ikan ini adalah kepala atau pimpinan dari ikan-ikan yang lain.

Okelah, itu adalah nama ikan-ikan gaul yang ada di kolam gue. For feeding them, just click the surface of the water. Nanti akan keluar bulat-bulat hijau, nah itu makanannya. Karena ikan-ikan gaul ini sangat menjaga kesehatan sisik kulit mereka, maka mereka hanya memakan sayur-sayuran bergizi. So, they are vegetarian. Keren kan ikan-ikan koi ini?