Sabtu, 23 Mei 2009

Budukan Girl

Hari Kamis tanggal 19 Mei kemarin adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidup Gue. Karena apa? Karena Gue sedang menjalankan ujian praktek bahasa Indonesia yaitu, Presentasi Karya Tulis dengan menggunakan slide dan alat-alat lain yang diperlukan. Hmm.. dress codenya itu adalah baju kantoran. Otomatis, Gue pake kemeja, blazer, dan rok pendek tapi nggak pendek-pendek banget. Temen-temen gue yang tadinya acakadul pun jadi rapih, cakep-cakep yang tadinya nggak enak diliat jadi makin nggak enak diliat karena ada yang dandanannya maksa kayak orang kantoran tapi emang muka abang-abang jadinya masih keliatan nggak enak. Yaa.. bermacam-macam lah bentuknya. Ada yang segitiga, kotak, lingkaran. Loh? Jadi ngawur Gue. Nah.. Kebetulan sekali, Gue tuh lupa banget bawa stocking pada waktu itu. Kenapa Gue harus pake stocking? Karena... Emm.. Karena.. Kaki Gue budukan. Lo tau kan kaki budukan, tuh gimana? Itu loh.. Kaki yang putih, mulus, enak diliat, bersih. Haa.. bukan, bukan. Kaki yang buduk itu adalah kaki yang penuh dengan totol-totol hitam macam macan tutul. Kenapa totol-totol hitam? Karena dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk, bentol-bentol dan sebagainya yang mendukung adanya totol-totol hitam tersebut. Menyebalkan bukan? Dan itu yang Gue alami selama 15 tahun Gue hidup di dunia. Sebenernya, sih bisa disembuhkan tapi, harus butuh kesabaran extra. Karena prosesnya itu sangat lama sekali. Harus rajin memberi pemutih dan lotion setiap pagi dan malam. Hmm.. Berhubung Gue adalah manusia yang sangat suka lupa. Jadi, Gue suka lupa untuk merawat kaki Gue sendiri. My bad..
Oke.. Tiba saatnya Gue untuk presentasi. Yayaya.. 10 menit berlalu. Gue udah selesai presentasi dan berceloteh ria di depan tentang materi yang nggak begitu Gue suka yaitu, Fisika dan teman-temannya. Setelah Gue dan beberapa teman Gue tampil. Waktunya shalat dzuhur tiba. Akhirnya Gue sholat. (Ya iyalah, Gue kan muslim.) Tiba-tiba guru bahasa indonesia Gue yang menjadi juri saat presentasi karya tulis menyapa Gue, "Janice..". Kemudian ia menggulung celananya dan berkata, "Kaki kamu sama kaki saya mulusan mana?". Beuh.. Rasanya dicabik-cabik perasaan Gue. Huaaa.. Sial! Ini semua karena Gue lupa bawa stocking. Ya ampun! Ketauan, deh kalo Gue tuh budukan. Hiks hiks.. Mudah-mudahan yang baca postingan Gue yang ini nggak ilfil ya sama Gue. Semua manusia, kan punya kekurangan dan kelebihan.

Minggu, 12 April 2009

MALAS!

Dini hari pukul berapa lah saya tidak peduli, mencoba untuk pertama kalinya menulis note di fesbuk. :)
Agak bingung juga ya mau nulis apa, karena saya agak malas untuk berpikir. Ya. Malas. Kemalasan telah menyelimuti pikiran saya sehingga saya malas untuk berpikir, 'Apa yang harus saya tulis untuk mengisi note ini?' hmm.. sampai sekarang, 15 tahun saya hidup di dunia, saya masih belum menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ganas ini yang dapat membunuh masa depan setiap manusia.
Sambil mendengarkan lagu dari Paramore yang berjudul Crushcrushcrush, saya akan melawan kemalasan saya dengan mencoba untuk berpikir kalimat-kalimat tidak menjemukan apalagi yang harus saya goreskan disini. Hmm.. Mungkin saya bisa mengisi note ini dengan menjelaskan sedikit tentang 3 kata yang dapat membantu setiap manusia normal dalam melawan kemalasan yaitu, motivasi, kemauan dan terdesak.
Pertama adalah motivasi. Motivasi dapat membantu saya dalam melawan kemalasan karena, sesungguhnya motivasi dari sumber terpercaya manapun dapat membawa energi positif ke dalam diri kita sehingga diri kita dengan tidak sadar atau sadar dapat melawan kemalasan. Tetapi, motivasi ini hanya berlaku 24 jam bagi saya untuk melawan kemalasan, untuk 24 jam selanjutnya motivasi ini sudah expired bagi saya, hahaha.. :D
Kedua adalah kemauan. Kemauan dari lubuk hati terdalam dapat membantu saya dalam melawan kemalasan sebanyak 88%. Amazing! Bagi saya kemauan untuk melawan malas ini sangat berhubungan erat dengan mood saya. Apabila mood saya bagus, maka kadar kemauan saya untuk melawan kemalasan pun akan meningkat. Satu lagi yang hampir terlupakan, kemauan ini juga berhubungan erat sekali dengan motivasi. Apabila ada motivasi dari seseorang atau sumber manapun, maka kemauan akan muncul dari dalam diri karena adanya pancingan dari sang motivator yang telah mengkaruniai motivasi.
Terakhir adalah terdesak. Ya. Jelaaaas. Apabila kita didesak untuk mengerjakan sesuatu dan terdesak untuk melakukan sesuatu, maka pasti lah mau tidak mau, suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas, kita dengan sendirinya melawan kemalasan itu karena adanya partikel-partikel desakan yang mendesak kita dan akhirnya kita pun menjadi terdesak untuk melakukan atau mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu yang pastinya apabila tidak terdesak kita sangat malas untuk mengerjekan atau menyelesaikan sesuatu yang entah penting atau tidak penting tersebut. Satu contoh yang mungkin bisa menggambarkan hubungan kata terdesak dalam melawan kemalasan yaitu misalnya, terdesak untuk mengerjakan karya tulis karena guru Bahasa Indonesia kita amat sangat jahat dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan karya tulis itu sedikit sekali sehingga membuat kita semakin merasa terdesak.
Yap! Mungkin hanya itu yang bisa saya tumpahkan di note ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penggoresan atau apa sajalah. Mohon maklum, this is the first time i write 'something' in this note.


*based on notes in my Facebook janice_xxi@yahoo.com

Rabu, 08 April 2009

Bang Bing Bung Yok Kita Nabung =)

I will give you some advice, how to keep your money for a few weeks. Hahai.. Gue tau banyak orang yang nggak bisa nabung karena mereka itu sangat amat boros. Yang nggak perlu dibeli jadi dibeli, yang nggak penting jadi penting banget. Pokoknya kalo kita dikasih duit 1 milyar pun pasti bakalan abis dalam waktu singkat. Itu semua terjadi karena kita sangat boros dan tidak bisa mengontrol keuangan. Banyak orang yang kepengen ini itu tapi nggak mampu beli, makanya nabung dong, jangan ngemis ama orang tua apalagi ama pacar.
Tips biar bisa menabung, khususnya buat anak sekolahan kayak Gue. Kalo misalnya lo mau nabung untuk membeli sesuatu, lo harus irit-irit duit jajan. Misalnya kayak Gue, uang jajan Gue itu 10 ribu per hari. Jadi, Gue nabung 10 ribu per hari juga karena dikejar dead line buat beli sesuatu. Terus Gue nggak makan dong? Ya iya lah. Kalo udah tau mau puasa di sekolah, kita diharuskan makan nasi sebakul pas sarapan, dijamin dah ampe pulang pun masih berasa, tuh rasa enek gara-gara kekenyangan. Tetapi, bagi yang mau nabung plus diet, mendingan sarapan sedikit aja di rumah terus nggak usah makan di sekolah, bawa air putih aja. Sehat kan? Temen-temen pada bawa lontong sayur, ayam setan, rantang 3 jenis makanan, tapi lo cuma bawa satu botol air putih. Udah sehat, praktis, bikin kurus, duit bertambah lagi! Sekali menyelam 2 pulau terlampaui. Mantap..
Nah, bagi yang mau menabung tanpa tujuan tertentu, itu gampang banget. Sisihkan uang 50% dari uang jajan kita semula. Misalnya kayak Gue. Uang jajan Gue 10 ribu per hari kalo gue sisihin 50% berarti Gue sisihin 5 ribu buat ditabung. Kalo kita membiasakan hidup seperti itu, maka kita akan merasakan nikmatnya nanti. Kayak Gue (kok contohnya Gue mulu ya?) waktu Gue lagi ke rumah temen Gue buat latihan menari ngalor ngidul, duit Gue pas-pasan banget. Gue was-was, soalnya Gue belum pernah ke rumah temen Gue yang itu sebelumnya, udah mana rumahnya jauh dari rumah Gue, otomatis biaya angkotnya mahal. Gue cuma megang duit sekitar seribu rupiah. Huu.. sedih sekali. Waktu temen-temen Gue lagi pada jajan, Gue cuma diem ngeliatin mereka. Ada yang pada beli pop ice coklat, melon dan lain-lain (kasian ya, beli pop ice aja Gue nggak mampu), akhirnya Gue ambil aja agenda Gue di tas, Gue mau nulis jadwal acara TV kesukaan Gue. Pas Gue buka agenda Gue, ternyata Gue baru inget kalo Gue sering nyimpen duit di dompet yang ada di halaman belakang agenda dan tengdeng! ADA! Senangnya, Gue bisa ikutan jajan terus nggak was-was deh mikirin gimana caranya naik angkot tapi bayarnya setengah harga. Nah, itulah cerita pendek keuntungan dari menabung.
Satu lagi tips supaya kita bisa mengelola uang dengan baik sehingga kita bisa menabung walaupun hanya 20% dari uang jajan. Kita sebagai mahkluk ekonomi harus memilih-milih barang yang paling bagus tapi harganya murah. Kita nggak boleh asal beli barang tanpa memikirkan perbandingan harga barang dan fungsi dari barang itu sendiri. Kalo harga barangnya mahal tapi fungsinya sedikit, untuk apa kita beli. Misalnya kayak Gue, Gue suka banget sama yang namanya keripik singkong pedas. Di sekolah Gue jual, tuh keripik singkong pedas yang Gue suka, tapi harganya mahal banget, 1 kantong kecil 1500 rupiah, beuhh.. di warung paling cuma 1000 rupiah, mungkin ada yang 500 rupiah. So, untuk apa Gue beli, mendingan Gue beli yang lain aja, deh. Dari contoh diatas, mata kita yang tadinya tertutup akan pentingnya menabung dan berhemat pasti sudah terbuka.
Jadi, biasakanlah menabung dan berhemat. Demi masa depan kita. Menabung Pangkal Kaya, Berhemat Pangkal Kaya, Pelit juga Pangkal Kaya (pelit sama sesuatu yang mahal, tetapi nggak sebanding sama fungsi atau manfaatnya).

Sabtu, 04 April 2009

Kegiatan Wajib Seperempat Para Kaum Adam di Toilet

1 hal yang sangat Gue benci di dunia ini, cowok metroseksual. Cowok-cowok yang terlalu rapih, bersih, higienis dan tingkahnya nyerempet-nyerempet kayak cewek gitu, contohnya terlalu memperhatikan kesehatan kulitnya dari ujung jempol ampe ujung rambut dan lain-lain yang udah nggak layak dilakuin bagi kaum Adam di luar sana. Tapi, mengapa makin tahun makin modern dunia ini cowok-cowok metroseksual pun bertebaran dimana-mana. Sumpah bener deh, Gue tuh jijik ngeliat cowok-cowok yang pada pake lotion, sun block, dan krim-krim lainnya yang seharusnya dipake sama cewek. Belum lagi para cowok metroseksual itu selalu make parfum secara berlebihan, sampe wanginya nyanter kemane-mane dan yang paling Gue sebel itu kalo cowok udah lewat di depan kaca, mereka pasti langsung ngaca terus benerin rambut, ngaca lagi, benerin rambut lagi. Hiyaakss.. Seharusnya mereka itu lebih macho, leboh cowok gitu yang berani kotor-kotoran, berani item, berani kalo kulitnya rusak. Gue rasa dunia bentar lagi udah mau kiamat kali ya, cowok-cowok yang seharusnya macho malah jadi centil, perempuan, dandanan kayak cowok yang Gue kenal berinisial A. Si A ini sangat memperhatikan kesehatan kulitnya, dia selalu memakai lotion sehabis mandi, pakai sunblock sebelum berangkat sekolah, kalo ada jerawat satu aja di mukanya pasti dia langsung panik sepanik paniknya orang mau ngadepin UN, waktu itu dia pernah bilang ama Gue, "Kok kulit kamu kering, sih? Kayak aku dong nggak kering." Hwahahaha.. intinya yaa seperti itulah perkataannya. Setiap pagi kalo si A sampe di sekolah ia langsung berjalan ke tempat utama yaitu toilet, disana ia merapikan rambut, ngaca ampe mampus terus baru deh dia ke kelas. Wew! It's amazing, karena Gue aja sebagai perempuan yang selalu nyampe sekolah dengan keadaan rambut awut-awutan dan muka penuh debu nggak pernah tuh ke toilet cuma buat rapiin rambut dan buang-buang waktu buat berkaca lama-lama. Dan ternyata Gue baru sadar di sekolah Gue itu, nggak cuma si A yang selalu ke toilet setiap pagi, tetapi semua anak cowok yang Gue liat selalu ke toilet setiap mereka sampai di sekolah. Apa, sih kegiatan wajib mereka di toilet itu? Gue baru mendapat satu informasi tentang apa saja yang mereka lakukan di dalam toilet itu, ternyata, mereka hanya merapikan rambut, ngaca, kumur-kumur (Hah? Ngapain kumur-kumur pagi-pagi?), cuci muka. Haha.. Gue rasa mereka juga ngegosip kali ya di toilet. Well.. Buat para cowok di luar sana yang masih bau badan, jorok, kulitnya bersisik, item, jerawatan dan lainnya, pertahankan sikap kalian yang masih normal itu ya. Asahlah diri kalian agar mempunyai otak dan pikiran yang smart, bukan asah kulit, rambut, sama urusan fisik kalian biar tambah wangi dan mulus. Oke? Hidup Cowok Smart!

Sabtu, 28 Maret 2009

Senangnya Mewarnai LJK dengan Pensil 2B. Hueek..

Gue adalah murid kelas 3 smp yang sebentar lagi akan menghadapi masa-masa sulit dimana kita harus menghadapi UN yang semakin tahun semakin 'cihuy' itu. Gue sadar kalau Gue harus belajar extra karena Gue nggak mau hanya sekedar lulus smp, dah. Tapi, Gue pengen lulus dan meninggalkan kesan yang baik bagi sekolah dan kenangan Gue. Nah, maka dari itu Gue harus belajar dengan tekun, belajar dengan tekun tidak hanya mempelajari semua SKL yang sudah diberikan, tapi Gue juga harus belajar ngurek-ngurek tuh buletan yang ada di LJK. Ampun dah! Itu tuh, masalah terbesar Gue dalam menghadapi UN, detik-detik dimana kita harus ngurek-ngurek tuh buletan dengan rapi, indah dan tebal. Sebenernya, sih anak kecil juga bisa dan hobi kalau disuruh ngewarnain LJK, tapi nggak buat Gue. Gue, tuh terlalu berlebihan dalam segala hal, Gue takut urekan Gue di LJK ketebelan sampai-sampai bisa nimbul-nimbul gitu di belakang kertas mungkin juga bisa ROBEK! Huaa.. jangan deh. Jadi, menurut Gue hal yang paling menyebalkan saat UN (lagi) adalah saat kita mengisi LJK. Gila aja ya, demi rapi, indah dan tebalnya tuh buletan Gue beserta teman-teman Gue jadi menghabiskan waktu lebih dari 15 menit cuma buat ngisi nama, nomor kartu dan lain-lain. Huaa.. rasanya pas di saat ngisi LJK itu otot-otot mata terasa tidak bekerja sama lagi alias nggak sinkron alias mau juling.
Jadi, Gue harus memulai hobi baru yang bertolak belakang banget sama Gue yaitu, mewarnai LJK dengan pensil 2B. Mau nggak mau yaa harus mau lah. Demi harga diri dan masa depan Gue, kalau Gue nggak membiasakan diri buat membiasakan hobi itu maka habislah Gue. Kayaknya mulai hari ini, esok atau kapan lah terserah mood Gue, Gue harus minta ajarin anak TK Nassa yang pastinya sudah teruji secara klinis dalam hal mewarnai. Jadi, Gue bisa mewarnai LJK Gue dengan rapi, indah, tebal dan pastinya nggak keluar garis. Hahai..

Jumat, 27 Maret 2009

OPENING: No GAPTEK Anymore

Setelah bertahun-tahun lamanya Gue off maen warnet dengan alasan Gue males ngeluarin duit dan nggak rela kalo duit Gue abis cuma buat bayar warnet (kecuali kalo lagi kepepet gara-gara tinta printer abis, baru deh Gue dengan berat hati dan berat kaki (alias males) jalan ke warnet buat nge-print. Rasanya kalo udah disuruh ngeluarin duit buat bayar print-an, beraaat banget dan beribu-ribu penyesalan datang menghampiri otak Gue, "Ih, nyesel! Mendingan Gue numpang nge-print di rumahnya Rayi."
Karena sifat Gue yang super duper pelit itu lah, Gue pun jadi gaptek dan kampungan, karena setiap kali mau ngecek FS Gue, cari bahan buat tugas di Google dan lain-lain yang berhubungan dengan 'warnet' pastinya Gue selalu mikir dan puter otak seribu kali untuk mendapatkan warnet yang aksesnya cepet dan nggak bolot, biar biaya yang bakal Gue keluarin pun jadi murah. Rugi dong, kalo bayaran warnet mahal gara-gara akses internetnya lama ditambah RAM komputernya juga kecil. Hasil yang kita dapet dari internet sedikit, tapi bayarnya itu lho, MAHAL!
Tetapi, penyakit gaptek yang Gue derita selama bertahun-tahun silam sudah hilang karena oleh* suatu anugerah yang diberikan oleh Bpk. Joseph Tulus Winardi selaku ayahanda Ananda Devina Janice dalam bentuk wireless yang dapat mengakses Janiuce (baca: Jenius. Nama komputer Gue) komputer kesayanganku menjelajah dunia luar sana dengan maksud dan tujuan supaya penyakit gaptek Gue nggak berlanjut, karena beribu caci maki dari orang-orang sudah menerjang seluruh batin karena Gue gaptek. Jadi, Gue harus berevolusi! Dengan wireless ini Gue bakalan menjelajah apa yang lo jelajah dan melihat apa yang belum pernah lo semua lihat.
Excited! Gue nggak perlu ke warnet dan BAYAR atas semua penjelajahan Gue di dunia maya karena memBAYAR adalah sesuatu yang menurut Gue sangat menyeramkan. Sekarang ini, Gue mencoba untuk membuka mata, hati dan pikiran dengan membuka internet setiap hari di rumah dan mencari tahu tentang apa yang Gue nggak tahu, dari hal yang terkecil seperti plankton sampai hal yang terbesar seperti ikan paus.


*Majas Pleonasme