Rabu, 09 Juni 2010

I Quit :)

Kini, gue hanya mau jadi siswi SMA yang biasa-biasa aja. Pergi ke sekolah jam 7 pagi, kemudian pulang sekolah jam 3 sore. I just tired for being really active in school like organization..

Waktu jaman SMP dulu, gue termasuk siswi yang kelewat aktif. Aktif ikut rapat-rapat OSIS, acara OSIS, dan lain-lain. Alhasil pada saat menjelang kelulusan, gue mendapat predikat siswi terfavorit karena aktif dalam bidang akademis maupun non-akademis.

Okay, that's enough. Gue pikir, toh SMA nanti gue akan pindah sekolah ke SMA Negeri 81, tetapi takdir (baca: nyokap) berkata lain. Gue harus stay di sekolah gue yang lama yaitu Lembaga Pendidikan Nasional I yang terdiri dari TK, SD, SMP, dan SMA. Ya, sekolah satu payung yang diharapkan akan membawa ketentraman diantara adik-adik TK, SD, dan SMP serta SMA, malah membawa bencana seperti acara labrak-melabrak lah, ribut, kakak SMA berantem sama adik SMP. Freak. Maka dari itu ketua lembaga membuat suatu kegiatan yang dinamakan KaDikSuh (Kakak Adik Asuh). Agar ketentraman antara anak-anak TK, SD, SMP, SMA dapat terwujud. Yaa begitu deh pokoknya..

Nah, berhubung gue sekolah disana udah 13 tahun, pastinya guru-guru SMA akan mengharapkan seorang Devina Janice tetap menjadi anak yang aktif dalam organisasi sehingga dapat mengurus OSIS SMA hingga sukses dan demisioner. But, I'm really sorry.. Karena Janice yang ini totally different dengan Janice saat jaman SMP dulu. I quit from the organization, I don't organize anything. I just focus on myself, my family, my boyf, and my other activity like sing.

Waktu SMP dulu, nyokap ngelarang gue untuk ikut organisasi, tapi gue yang nggak mau dan tetep kekeuh ikut organisasi sampai gue jadi ketua OSIS. Mampus lo!
Awalnya, gue bangga jadi ketua OSIS, hahaha.. Tapi lama-kelamaan gue jadi stress sendiri. Okay, begini ceritanya.. Gue termasuk anak yang dibilang rajin banget juga nggak, terus tekun juga apalagi bukan gue banget, terus gue nggak bisa jadi anak yang perfect. Selama gue jadi ketua OSIS SMP, gue merasa hidup gue jadi serba terbatas untuk masalah kebebasan. Dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang gue benci yang pastinya selalu dilontrkan oleh orang-orang, seperti:

1. Kok Ketua OSIS pacaran?

- This is my life. Terserah gue dong.
(Sayangnya, yang nanya itu guru jadi gue nggak berani nyolot)

2. Kok Ketua OSIS bajunya keluar-keluar?

- Wey, Ketua OSIS juga manusia kaleee!

3. Ketua OSIS sepatunya diinjek?

- Maap, Pak.

Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Semua ini terjadi karena gue anak yang terlalu aktif di sekolah, sampe-sampe rumah pun berasa tempat kost, gue di rumah cuma numpang istirahat, tidur, makan, bangun lagi terus ngurusin acara OSIS.

Pada saat kelas 3 SMP, gue udah merencanakan untuk pindah sekolah dan menjadi siswi yang biasa aja, no more organization atau persatuan murid-murid eksklusif lainnya.
Tetapi, gue tetap bersekolah disini, dan aktif organisasi lagi.

Kini, di OSIS SMA gue menjadi Ketua Radio Sekolah. You know what? I do nothing as School Radio Leader! Pemilihan untuk menjadi Ketua Radio menurut gue sangat mengagetkan. Karena, saat rapat terakhir tiba-tiba aja sang Ketua Radio lama memilih gue dan kakak kelas XI untuk menjadi kandidat Ketua Radio.
Tanpa persiapan dan visi-misi akhirnya dilakukan voting dan bodohnya gue terpilih sebagai Ketua Radio. So easy to choose the leader..
Sampai sekarang, gue harus mempertanggungjawabkan semuanya tentang radio. Dan ketika demissioner nanti, gue bakalan kapok jadi ketua-ketua apapun.

Menjadi Ketua Radio adalah suatu kehormatan bagi gue, terima kasih untuk yang sudah memilih gue, semoga kalian yang memilih gue tidak menyesal sehingga ingin bunuh diri dengan cara minum baygon. Ketua Radio adalah jabatan terakhir yang gue miliki selama gue SMA. Untuk OSIS tahun depan, sorry friends.. I'm not join, I quit..

Okay, semoga teman-teman gue mengerti dan menghormati keputusan gue.

Kamis, 27 Mei 2010

Master of Ceremony

Waktu ajang kreasi kelas sepuluh angkatan 12 SMA Nasional I kemarin, gue dipercaya untuk menjadi MC bersama Muhammad Faiz Naufal (teman sekelas gue yang paling narsis, heboh, PD bangets, cowok tapi diragukan kejantanannya) :)
Ini pertama kalinya gue menjadi MC yang bakalan ngoceh-ngoceh nggak jelas di depan orang tua murid, biasanya gue cuma ditunjuk untuk mengisi acara dengan tarian, drama, paduan suara, but now it is so different. How do I feel? Hmm.. Rasanya agak deg-degan, karena selama ini untuk urusan berbicara gue hanya terbiasa ngoceh ngalor ngidul di radio sekolah yang siarannya cuma bisa nyampe ke kelas-kelas doang, bukan secara live di depan orang banyak dan pastinya perbedaan ngomong di radio sama di panggung adalah semua mata tertuju pada gue. Hahahahaha!
Bermodal rundown acara di tangan dan otak gue yang IQnya lumayan, serta kostum tarian tando, gue pun membawa acara ajang kreasi angkatan gue dengan seada-adanya dan very, very, very natural. This is some pictures of me below:




Walaupun seada-adanya dan hanya mengandalkan bakat alami yaitu bakat mengoceh-ngoceh, alhamdulillah.. hasilnya tidak mengecewakan. Komentar dari nyokap, guru-guru dan orang tua murid juga bikin gue puas. Banyak yang bilang bagus, pangling, sukses. Oh.. THANK YOU, GOD! This is the first time I did that job, but people like of what I've done.

Komentar gue, jadi MC itu menyenangkan sekali. I do love that job. Banyak terima kasih untuk guru-guru yang telah memilih Devina Janice untuk menjadi MC. Lain waktu, lain tempat, lain acara bisa kali gue lagi MCnya. Ahai..

Jumat, 14 Mei 2010

DISNEYLAND!

DISNEYLAND, I won tu go der.

Who I want to meet in Disneyland:
1. Mini Mos

2. Miki Mos

3. Donal Duck and Desi Duck

4. Prinsess-Prinsess





5. Jack and Sally

6. Simba

7. Winnie The Pooh


8. Nenek Sihir

Entah kenapa gue pengen banget ketemu sama nenek sihir keren yang satu ini.

9. Jin Aladdin dan Monyet

Biar gue bisa minta 3 permintaan sama si jin yang very very blue kayak pepsi blue ini.

10. Hilary Duff

Perlu anda perhatikan bahwa Hilary Duff memakai sepatu pink Nike. Cool..


_____________________________________________________________________


Berikut adalah satu tempat yang ingin sekali gue kunjungi di Disneyland, yaitu...

MIKI MOS'S HOUSE


Tampak depan rumah Miki Mos


Kamar Miki


Ruang tipi


Kandang Pluto


Dapurnye Miki berantakan yee..

Semoga yang membaca postingan gue kali ini, langsung mendoakan supaya gue bisa ke Disneyland bertemu dengan badut-badut dan mahkluk-mahkluk diatas.
Gue juga berharap semoga pada saat gue nikah nanti, mahar yang dikasih sama calon suami gue itu tiket masuk ke Disneyland. *Insane

Selasa, 11 Mei 2010

Curhat Kepada Benda Mati?

Gue nggak terlalu mengerti apakah manusia jaman sekarang rasa sosialisasi dan kepeduliannya sudah sangat berkurang atau memang otak manusia yang kalah jauh dengan kehebatan hardware pada setiap teknologi? Sehingga pada masa kini banyak orang-orang yang lebih memilih curhat kepada benda mati dengan media teknologi, ketimbang curhat kepada sesamanya orang biasa.

According to me, to share our feelings by facebook, twitter, etc. is like emm.. i don't know but honestly, i am comfortable with that habit. How about you?

Mungkin banyak benefits yang dirasakan pada saat mencurahkan isi hati lewat facebook, twitter, blog dan situs lainnya. Tidak sedikit, teman-teman, adik kelas, kakak kelas, temennya nyokap, temennya bokap, temennya pacar gue, saudara-saudara gue yang sering banget curhat di facebook. Keadaan yang sering gue temui adalah sakit hati, stress, bosan, bahkan hal yang lebih privasi diceritakan juga lewat facebook, twitter dan blog.

Keuntungan yang gue ambil dari habit-habit orang seperti diatas adalah gue bisa mengenal bagaimana mereka, baik atau tidaknya mereka, serta manner mereka lewat status yang selalu mereka update setiap saat. Situs-situs seperti itu bisa dijadikan tempat untuk mencari perhatian, eksistensi, kadar gaul, dagang dan lain-lain as you know.

Dari semua penjabaran diatas, gue hanya menarik satu pertanyaan: Kenapa harus curhat kepada benda mati seperti Facebook, Twitter, dan Blog? Menurut gue, mungkin banyak orang yang lebih memilih untuk curhat kepada sesuatu yang tidak bisa mengkritik, menjudge, dan hanya diam selama seseorang *melacur.

Orang yang suka curhat hanya membutuhkan perhatian lebih dan persiapan kuping yang selalu siap mendengarkannya curhat walaupun si kuping sudah merasa panas dan mau copot terus lari-lari sambil teriak, 'ENOUGH! ENOUGH! I DON'T WANT TO LISTEN ANYMORE! YOU'RE JUST A POOR MAN I EVER MET!' HAHAHAHAHA! Ya, cukup ketawanya, save the laugh for another stupid joke.

Selanjutnya, sebagian orang-orang hanya dapat meluapkan isi hatinya dengan cara menulis, bukan berbicara apalagi teriak-teriak kesana-sini kayak orang gila mentang-mentang lagi stress. Entah kenapa pada saat menulis, isi hati lebih bisa terluap. Unek-unek yang ada di kejauhan 5 cm dari permukaan hati sebanyak rambut di kepala yang uncountable dapat diluapkan hanya dengan satu kalimat saja.

Kesimpulannya, orang-orang yang curhat di situs-situs jejaring ikan tersebut ingin diperhatikan tentang masalah-masalah yang ia share lewat status atau tweet.
Okelah.. Itu sudah hukum alam dan sifat paten manusia. Ada orang yang introvert, ada juga yang extrovert. Mungkin kalau facebook sama twitter bisa ngomong, orang-orang juga nggak bakalan mau curhat lagi sama situs gituan, dan mereka akan beralih untuk curhat sama patung.

Sabtu, 08 Mei 2010

If (Stupid Quote)

If no one understand you, then you should understand people.
If no one care about you, find place that you can be alone and have fun with yourself.
If no one love you, let's looking for the pets that will love you forever like 'Hachiko'.
If no one need you, it would be NICE. So, you don't have to help someone but, someone can help you anywhere, anytime.
If your boyfriend/girlfriend don't love you anymore, you can sing the stupid broken heart song all night long.
If your parents hate you, then kill yourself. LOL.
If your holiday is such a bad, wishing someone like Robert Pattinson kidnap you to Disneyland and won't give you back to your hometown.
If school is sucks, let's go to the college.
If you get very bad score in some subject, you have to burn the score script.
If you bored, read and like this post.
If no one read and like this post, it must be i am a stupid quote maker. :D

Jumat, 07 Mei 2010

Ada Apa Dengan Saya? *Curhat Mode: On

Especially for someone out there.. Gue nggak bisa bikin puisi, karena gue bukan tipe cewek yang puitis. Jadi, gue cuma bisa menjabarkan isi hati gue (duileh! lebay..) dengan cara seperti ini, posting di blog dan apa adanya, tidak dibuat-buat, apalagi hiperbola. Semua yang gue tulis di postingan yang satu ini jujur dari lubuk hati gue terdalam. Oke, actually i do really confuse how to start it.
Intinya, i love him. Sudah 8 bulan berjalan hubungan kami, tapi semakin hari adaaa aja masalah yang bikin kami berdua jadi suka berantem. Gue benci! Gue nggak suka berantem sama pacar! Apa yang harus diubah dari diri gue? Bingung. Kalo gue diem namanya gue lagi nahan kesel, kalo gue marah-marah yaa kasian pacar gue lah kena omelan gue terus. Kata teman-teman, Devina Janice itu kalo lagi marah sumpah demi apapun asli nggak bohong MUKANYA NYEBELIN BANGET! Maka dari itu gue nggak pernah mau berkaca kalo gue lagi marah. Takut ngeliat muka sendiri. Menyedihkan ya.. Ini muka ciptaan yang Maha Kuasa eh, tapi gue nggak bisa mempergunakan muka gue dengan baik seperti senyum, dan tetap tersenyum walaupun dalam hati berkecamuk pengen ngamuk sama ngomel-ngomel nggak jelas. Yang paling menyedihkan lagi adalah.. kenapa gue harus marah-marah sama pacar gue? Kenapa gue nggak marah-marah sama tembok aja atau sama boneka-boneka gue, seenggaknya mereka benda mati, kalau gue omelin mereka nggak bakalan denger, kalau gue pukul mereka nggak akan kesakitan. Padahal, mungkin gue bisa membicarakan masalah kami dengan santai, kepala dingin dan nggak pake nada tinggi, tetapi.. lagi-lagi kenapa gue nggak bisa mengontrol emosi gue sendiri ya? Gue sok banget kayak orang punya penyakit darah tinggi, hahaha.. padahal baru aja diukur tensi darah kemarin, eh ternyata gue termasuk orang yang darah rendah.
I apologize for my T.
Devina Janice akan mengontrol emosi untuk kedepannya. Semoga bisa. Amin.

Pengen, sih ke psikolog lalu gue akan menanyakan 5 pertanyaan berikut:
1. Apa kabar Pak/Bu? Saya mau konsultasi, nih ada waktu nggak?
2. Kenapa ya saya suka marah?
3. Gimana caranya biar nggak suka marah?
4. Ada Obatnya nggak?
5. Kalo ada saya mau dong?

Kasihan my T, my family, and my friends kalau harus ngeliat gue suka marah-marah. Di umur gue yang 16 tahun ini, seharusnya gue tambah dewasa, bukannya makin childish dan kisruh. Ada apa dengan saya? Saya cuma butuh 3 yaitu, sabar, sabar dan sabar.
Masalah baru muncul akhir-akhir ini, yang seharusnya masalah itu nggak ada kalau gue mau bersabar sedikit aja. I don't really know.. Sebenarnya, pacar gue itu merasa beruntung atau apes punya pacar seorang gue? Orang tua gue merasa bangga atau tidak punya anak seperti gue? Apakah teman-teman gue merasa jengkel sama sikap gue?
Mulai hari ini, gue harus merubah sikap gue 180 derajat! Terima kasih kepada emosi-emosi gue yang sudah membantu gue dalam memperbanyak masalah, hahahaha.. and now, goodbye! I want to find the way how to make my life and all the people around me feel happy when they meet me, talk to me, listen to me, and hang out with me. For sixteenth years, I've been really BAD and SUCKS!
Goodbye Girl In Me.. Hello Woman In Me!

Jumat, 02 April 2010

Kelas Sepuluh

Apa rasanya jadi pelajar kelas sepuluh SMA? Gue bakal buka-bukaan disini, jujur.. nggak enak! Gue harus mempelajari semua mata pelajaran tanpa terkecuali:
Fisika
Kimia
Biologi
Geografi
Sosiologi
Ekonomi
Sejarah
Matematika
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Bahasa Sunda (gue juga masih nggak ngerti kenapa pelajaran ini harus ada)
Olahraga
Komputer
Seni Musik

Dari semua pelajaran diatas, gue dituntut untuk mendapatkan nilai A di dalam semua mata pelajaran tersebut. What the argh! Gue sangat mengerti jikalau nilai rapot SMA itu penting untuk masuk universitas nanti, TAPI tolong perhatikan subject i'm not good at, like chemistry, physic, math, computer. Apakah salah kalo nilai gue sangat merosot pada mata pelajaran tersebut? Hei! Kepintaran setiap anak tidak diukur dari bagus atau tidaknya nilai pada semua mata pelajaran. Jadi, jangan judge nilai saya merosot untuk umum, apabila nilai yang merosot itu hanya ada di pelajaran kimia, matematika, komputer, fisika. I'm normal, sampai detik ini pun gue masih nggak pernah tahu IQ gue itu bernilai berapa. Tolong untuk orang terdekat gue yang baca postingan ini mengerti dan tidak terlalu menuntut nilai yang perfect pada setiap mata pelajaran. Gue biasa aja, nggak ada hebatnya, manusia normal yang bisa merasa bosan, jenuh, and want to breakaway! Kenapa harus takut punya nilai jelek kalau memang kamu tidak pandai dalam bidang tersebut? You're perfect in your field, not in any fields.
Kadang gue suka bingung, kenapa pada umumnya guru-guru di sekolah selalu menilai anak itu pintar atau tidak dari nilai pada semua mata pelajarannya. Apabila, si A selalu mendapat nilai bagus pada semua mata pelajaran, maka ia akan dicap pintar oleh para guru, sedangkan si B yang hanya pintar di dalam satu bidang, and only perfect in her field, guru-guru hanya berkomentar "Si B biasa aja." Sekali lagi, what the argh!
Tidak hanya itu saja, kadang pada umumnya guru-guru di sekolah hanya menganggap pintar murid-murid 'IPA' yang jago fisika, kimia, matematika dan biologi. Sedangkan, murid 'IPS' kadang dianggap tidak secerdas dan sepintar murid kelas IPA. That's absolutely NOT TRUE. Murid IPA = Murid IPS. Bedanya hanya satu, IPA pandai dalam hal hitung-menghitung, IPS pandai dalam hal bersosialisasi. Tidak ada anak bodoh di dunia ini, anak bandel tukang cabut nggak pernah masuk sekolah terus ngerokok kerjaannya nongkrong pun adalah anak pintar dan cerdas (actually), tapi sayangnya kepintaran dan kecerdasan mereka digunakan hanya untuk melakukan sesuatu yang negatif (anak bandel pintar membuat alasan di depan orang tua mereka untuk kenakalan dan mengendap-endap untuk cabut sekolah, tetapi anak rajin nggak akan pernah bisa melakukan hal yang sama). Kepintaran setiap anak hanya berbeda kadar dan jenisnya saja, tapi yang pasti tidak ada anak yang bodoh.
Gue sangat berharap dan akan sangat senang apabila tidak ada guru yang mengatakan salah satu anak muridnya bodoh atau biasa saja atau juga kurang pintar, tetapi berkata, "semua anak murid saya adalah anak yang pintar, dan mereka hanya perlu bimbingan dan motivasi untuk menggali setiap kepintaran mereka."
Begitulah, opini gue selama menjadi murid kelas sepuluh. Bosan.. High School isn't fair I think. Psikologi pelajar adalah yang paling penting untuk menjalani aktivitas sekolah mereka. Jangan menjudge, menyindir apalagi menghina mereka yang sedang dalam keadaan malas, dan sejenisnya. Tapi, motivasilah mereka.. Mengerti setiap kepintaran mereka pada bidang yang pastinya berbeda. Hmm.. Mungkin gue sok tahu, sok pintar dan opini gue diatas adalah bodoh. Tapi, itu yang gue rasakan selama menjadi murid kelas sepuluh. No lie.